Home / KESEHATAN

Rabu, 11 September 2024 - 08:37 WIB

Bupati Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan Ibu Hamil dan Lansia melalui Program SEHATI dan SEJOLI

Utama

Foto. Bupati Mojokerto Gencarkan Edukasi Kesehatan Ibu Hamil dan Lansia melalui Program SEHATI dan SEJOLI

Mojokerto, Indexberita.com  Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, memimpin kegiatan edukasi kesehatan melalui program SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) yang digelar di Balai Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, pada Selasa pagi. Program ini ditujukan untuk ibu hamil, ibu balita, dan lansia dengan tujuan menurunkan angka stunting, angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (AKI), serta menjaga kesehatan lansia agar tetap mandiri.

READ  Sasar Desa Medali, Bupati Ikfina Sukseskan Sub PIN Polio Dan Program SEHATI

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menekankan pentingnya asupan gizi selama kehamilan, yang ditandai dengan lingkar lengan atas (LILA) ibu hamil yang tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Setelah melahirkan, bayi wajib diberi ASI eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping yang bergizi seimbang. Ia juga menegaskan bahwa lansia harus mandiri dan rutin memeriksa kesehatannya, seperti memantau tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.

READ  RSUD Jombang Menyapa, Pentingnya Medical Check Up untuk Deteksi Dini Penyakit

“Kata kunci dari stunting adalah kurang gizi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting dapat mengakibatkan kecerdasan anak lebih rendah 20% dari standar. Oleh karena itu, gizi ibu hamil sangat penting,” jelas Bupati Ikfina.

Bupati juga menghimbau agar ibu balita dan lansia rutin memeriksakan kesehatan di posyandu serta berpartisipasi dalam kegiatan senam lansia untuk menjaga daya tahan tubuh dan mengurangi stres. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan sehat, terutama bagi lansia yang rentan terhadap hipertensi dan diabetes melitus.

READ  GEMA PITU: Gerakan Terpadu Cegah Stunting di Berat Wetan, Ketua TP PKK Mojokerto Tekankan Gizi Seimbang dan Skrining Balita

Kepala Desa Pekukuhan, Zuli Astutik, dalam laporannya mengungkapkan bahwa Desa Pekukuhan memiliki 5051 jiwa, dengan 28 ibu hamil pada tahun 2024, 12 di antaranya berisiko tinggi, dan 5 mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Desa ini juga memiliki 307 balita, 1 di antaranya mengalami stunting, serta 513 lansia dengan 359 di antaranya aktif mengikuti kegiatan posyandu.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Camat Mojosari, Kapolsek Mojosari, Danramil Mojosari, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa lainnya.(Syim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Puskesmas SANTIKA Mojokerto Gelar Sabtu Sehat: Anak-Anak TK Terlibat Aktif dalam Pelayanan Kesehatan dan GERMAS”

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Hadiri Program Jum’at Bangkit di RTH Sooko

KESEHATAN

TP PKK Kabupaten Mojokerto Gelar GEMA PITU di Mojoanyar, Edukasi Gizi Ibu Hamil dan Cegah Stunting Sejak Dini

KESEHATAN

KEGIATAN DONOR DARAH DI ASTON INN JEMURSARI SUKSES DISELENGGARAKAN

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Hadiri Program Jum’at Bangkit untuk Tingkatkan Kesehatan Pegawai Dispendukcapil

KESEHATAN

Jum’at Ceria di SMKN 1 Sooko: Gerakan Sehat dan Anti Kekerasan untuk Remaja Putri

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Balita untuk Turunkan Angka Stunting dan Tingkatkan Kesehatan Lansia

KESEHATAN

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Ikfina Resmikan Gedung Instalasi Dialisis RS. Sido Waras
?>