Foto. Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Ibu Balita dalam Program SEHATI dan SEJOLI
Mojokerto.Indexberita.com Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, memberikan edukasi kepada lansia, ibu hamil, dan para ibu balita dalam kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Dusun Kemantren Wetan, Kecamatan Gedeg, Selasa (2/7) pagi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ikfina menekankan pentingnya asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan balita. Beliau menjelaskan bahwa lingkar lengan atas (LILA) ibu hamil tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Setelah melahirkan, bayi harus diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan makanan pendamping ASI dengan gizi seimbang serta tinggi protein setelahnya. Anak-anak yang berusia 1 tahun ke atas harus mendapatkan porsi makanan yang setara dengan orang dewasa dengan menu gizi seimbang.
Bupati Ikfina juga menyoroti pentingnya kesehatan lansia. Lansia harus mandiri dalam beraktivitas dan rutin memeriksakan kesehatannya, termasuk tekanan darah (TD), gula darah (GDA), kolesterol, dan asam urat (UA). Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya untuk menurunkan angka stunting hingga nol.
“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi berulang. Bahaya stunting dapat menyebabkan kecerdasan anak lebih rendah hingga 20% dari standar ketika dewasa. Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” ujar Bupati Ikfina.
Bupati Ikfina juga mengimbau para ibu balita dan lansia untuk rutin mengunjungi posyandu dan mengikuti senam lansia. Aktivitas ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menghilangkan stres, terutama karena hipertensi dan diabetes melitus adalah penyakit tertinggi saat ini. Lansia juga dihimbau untuk menjaga pola makan sehat.
Kepala Desa Terusan, Eko Edi Sutarno, S.H, menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan Bupati. Saat ini, Desa Terusan memiliki 7.708 jiwa penduduk, dengan 24 ibu hamil pada tahun 2024. Jumlah ibu hamil risiko tinggi (resti) adalah 3 orang dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebanyak 4 orang. Desa Terusan memiliki total 109 balita, dengan 15 balita mengalami stunting dan 8 balita mengalami gizi kurang. Terdapat 539 lansia di Desa Terusan, dengan 62 lansia aktif yang rutin datang ke posyandu.(Syim)