Home / KESEHATAN

Rabu, 3 Juli 2024 - 02:08 WIB

Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Ibu Balita dalam Program SEHATI dan SEJOLI

Utama

Foto. Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Ibu Balita dalam Program SEHATI dan SEJOLI

Mojokerto.Indexberita.com Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, memberikan edukasi kepada lansia, ibu hamil, dan para ibu balita dalam kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Dusun Kemantren Wetan, Kecamatan Gedeg, Selasa (2/7) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ikfina menekankan pentingnya asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan balita. Beliau menjelaskan bahwa lingkar lengan atas (LILA) ibu hamil tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Setelah melahirkan, bayi harus diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan makanan pendamping ASI dengan gizi seimbang serta tinggi protein setelahnya. Anak-anak yang berusia 1 tahun ke atas harus mendapatkan porsi makanan yang setara dengan orang dewasa dengan menu gizi seimbang.

READ  Kapolsek Dlanggu Sinau Penting tentang Penanganan Anak Yatim dan Stunting

Bupati Ikfina juga menyoroti pentingnya kesehatan lansia. Lansia harus mandiri dalam beraktivitas dan rutin memeriksakan kesehatannya, termasuk tekanan darah (TD), gula darah (GDA), kolesterol, dan asam urat (UA). Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya untuk menurunkan angka stunting hingga nol.

READ  Bupati Mojokerto Beri Edukasi Kesehatan di Kegiatan SEHATI dan SEJOLI di Desa Gembongan

“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi berulang. Bahaya stunting dapat menyebabkan kecerdasan anak lebih rendah hingga 20% dari standar ketika dewasa. Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” ujar Bupati Ikfina.

Bupati Ikfina juga mengimbau para ibu balita dan lansia untuk rutin mengunjungi posyandu dan mengikuti senam lansia. Aktivitas ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan menghilangkan stres, terutama karena hipertensi dan diabetes melitus adalah penyakit tertinggi saat ini. Lansia juga dihimbau untuk menjaga pola makan sehat.

READ  TP PKK Mojokerto Gencarkan Edukasi Cegah Stunting Lewat GEMA PITU di Desa Pohkecik

Kepala Desa Terusan, Eko Edi Sutarno, S.H, menyampaikan terima kasih atas kehadiran rombongan Bupati. Saat ini, Desa Terusan memiliki 7.708 jiwa penduduk, dengan 24 ibu hamil pada tahun 2024. Jumlah ibu hamil risiko tinggi (resti) adalah 3 orang dan ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebanyak 4 orang. Desa Terusan memiliki total 109 balita, dengan 15 balita mengalami stunting dan 8 balita mengalami gizi kurang. Terdapat 539 lansia di Desa Terusan, dengan 62 lansia aktif yang rutin datang ke posyandu.(Syim)

 

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Sasaran Fogging Siaga Pasca Bencana Dilakukan di Berbagai Desa untuk Kurangi Potensi Munculnya DBD**

KESEHATAN

GEMA PITU di Desa Seduri, Wabup Mojokerto Ajak Warga Perangi Stunting Sejak Dini

ASTON HOTEL

Kecelakaan Maut di Bypass Lengkong Trowulan, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Tronton

KESEHATAN

AKSI BERGIZI JUM’AT CERIA: Langkah Strategis Tekan Anemia dan Stunting di Kalangan Remaja Putri

KESEHATAN

Kegiatan Sabtu Sehat Bersama Anak TK di Puskesmas Lespadangan

KESEHATAN

Edukasi Stunting dan Kesehatan Lansia di Desa Banjarsari

KESEHATAN

TP PKK Mojokerto Gaungkan Aksi SUJU di SMPN 1 Mojosari, Ajak Siswa Minum Susu dan Cegah Anemia

KESEHATAN

Kepala Dinkes Mojokerto Memimpin Gerakan Sehati untuk Stunting, AKB, AKI, dan Lansia Mandiri
?>