Home / Pendidikan

Kamis, 22 September 2022 - 05:48 WIB

Densus 88 Antiteror Ajak Dai dan Khatib di Mojokerto Cegah Paham Radikalisme

Foto. Densus 88 Antiteror Ajak Dai dan Khatib di Mojokerto Cegah Paham Radikalisme

Foto. Densus 88 Antiteror Ajak Dai dan Khatib di Mojokerto Cegah Paham Radikalisme

Foto. Densus 88 Antiteror Ajak Dai dan Khatib di Mojokerto Cegah Paham Radikalisme

Mojokerto – Penyebaran paham radikalisme dan intoleransi antarumat beragama masih jadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Beragam upaya perlu dilakukan untuk menangkalnya, di antaranya melalui lembaga dakwah.

‘’Peran dai dan khatib sangat penting untuk mewujudkan Indonesia damai, penuh toleransi antarumat beragama,’’ ungkap Kanit 1 Subdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT AKBP Moh Dofir, Kamis (22/9/2022).

READ  Perjalanan Menuju Keadilan: Terkuaknya Skandal Dana BOS di Kabupaten Mojokerto

Dofir bertemu dengan puluhan dai dan khatib di Masjid Agung Besar Darussalam Gemekan Kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto, . Dia menyebut mereka bisa menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme.

‘’Saat korban gundah akibat masalah ekonomi maupun lainnya, lalu mereka berusaha untuk mencari guru spiritual untuk bangkit. Namun justru mendapatkan guru yang tidak tepat yang mengarahkan ke gerakan radikal,’’ terangnya.

READ  Kebaikan Seorang Guru SMPN 2 Modongan Jenguk Muridnya Sedang Sakit

Karena itu, dia menilai di era serba digital menjadi tantangan dalam mencegah penyebaran paham radikalisme. Sebab, tak jarang masyarakat justru memilih jalan pintas untuk belajar agama melalui internet.

Sementara, gerakan radikalisme saat ini cenderung beralih via online. ‘’Padahal, di Indonesia ini banyak sekali kiai dan ulama yang justru lebih kompeten dalam urusan agama. Sehingga seyogyanya masyarakat mencari guru yang lebih baik,’’ tuturnya.

READ  Lomba MTQ Kapolda Jatim CUP, Polresta Mojokerto kirim Dua Perwakilan

Ia menyatakan terorisme harus diperangi bersama. Selain itu, dia menegaskan tidak boleh ada lagi politik identitas yang mengatasnamakan suatu golongan.

“Islam yang sejatinya mengajarkan kedamaian justru hilang dan umat Islam kebanyakan akhirnya terdampak citra buruk, makanya ini kami ajak para khotib dan dia biar satu persepsi,’’ terangnya.(Syim)

Share :

Baca Juga

Daerah

Korem O82/CPYJ Gelar Pembinaan Keluarga Besar TNI

Pendidikan

Gubernur Khofifah Resmikan Koridor VI TransJatim Rute Mojokerto–Sidoarjo

Pendidikan

Outing Class SMPN 2 Sooko Mojokerto dikemas Dengan Tour Wisata Yogyakarta

Pendidikan

Perjalanan Menuju Keadilan: Terkuaknya Skandal Dana BOS di Kabupaten Mojokerto

Pendidikan

Peringati HAN 2022, WCC Mojokerto Gelar Aksi Damai

Pendidikan

Workshop Penyusunan Kurikulum SD

Pendidikan

Sahabat Anis Untuk Republik Indonesia (SANTRI) Jombang Mendeklarasikan Anis Baswedan Untuk Presiden RI 2024

Pendidikan

Jumat Curhat, Polisi Sosialisasikan Kenakalan Remaja di SMKN 1 Jetis
?>