Home / Ekonomi

Sabtu, 26 Desember 2020 - 02:32 WIB

Gebyar Tanam Padi 500 Hektar Sawah Upaya Global Wakaf ACT dan YP3I Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Foto.Gebyar Tanam Padi 500 Hektar Sawah Upaya Global Wakaf ACT dan YP3I Tingkatkan Kesejahteraan Petani

 

Mojokerto.Indexberita.com Global Wakaf ACT bersama Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I) dan Gema Petani, menggelar Gebyar Tanam Padi di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/12/2020).

Gebyar Tanam Padi ini, merupakan salah satu bagian rangkaian agenda kerjasama Global Wakaf – ACT – YP3I dan Gema Petani di Jawa Timur dalam pengelolaan Wakaf Sawaf Produktif (WSP) seluas 500Ha.

Gerakan ini bertujuan meningkatkan kedaulatan pangan umat, melalui peningkatan kesejahteraan petani. Pada tahap awal tersebar di lima Kabupaten di Jawa Timur yaitu Mojokerto, Sidoarjo, Ponorogo, Pasuruan dan Malang.

READ  Wujud Kamtibas, Kapolresta Mojokerto Bagi takjil Bersama Perguruan Silat se Mojokerto Raya

“Kita bertekad memperjuangkan kesejahteraan para petani. Niat dan semangat besar itu dimulai dari sini, Dusun Tumpangsari,” jelas Ahyudin, Presiden Global Islamic Philantropy (GIP) sekaligus Ketua Dewan Pembina Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, melalui WSP akan dibangun kembali kebangaan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa agraris.

“Bangsa kita harus punya kekuatan pangan yang hebat. Karena dengan demikian, kita akan menjadi bangsa yang berdaulat. Kemudian bisa membantu bangsa lain yang kesulitan,” tegas Ahyudin.

Insya Allah, ia melanjutkan, beras hasil produksi Wakaf Sawah Produktif ini, selain didistribusikan untuk masyarakat luas, juga akan disalurkan untuk berbagai pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

READ  Stok Gula Menumpuk, PG Gempolkrep Harap Solusi Pasar dari Pemerintah

“Ini merupakan bagian dari komitmen kita mendukung para santri dan ulama sebagai para penjaga agama,” tegasnya.

Sementara itu, pembina YP3I Abuya KH. Mahfudz Syaubari mengatakan para petani adalah pahlawan yang sebenarnya.

“Karena pertanian adalah pondasi kehidupan di dunia ini. Maka dengan demikian, para petani adalah pahlawan yang menyelamatkan kehidupan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, agar rakyat Indonesia ini kembali menjadi tuan di negeri sendiri, maka bangsa ini harus menguasai pertanian.

“Karena itu, berkat inovasi para profesor ahli pertanian, sawah ini insya Allah bisa menghasilkan 16 ton perhektar,” kata Abuya.

READ  Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Mojokerto Sidak Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Ayam Potong di Pasar

Karena melalui berbagai penelitian yang dilakukan ahli pertanian di YP3I, telah dihasilkan varietas unggul, pupuk terbaik, penghalau berbagai hama dan teknologi pertanian yang akan memudahkan para petani.

Wakaf Sawah Produktif ini melibatkan 3.000 petani, 22.500 tenaga kerja. Selain itu ada 2.500 pesantren yang terberdayakan dengan 23.500 santri yang menerima manfaat perbulan. Di luar itu, ada 440.474 KK yang menjadi penerima manfaat.

Acara Gebyar Tanam Padi ini juga dihadiri KH. Abdul Adzim ketua PCNU Mojokerto sekaligus ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU), Kepala Desa Jiyung, Ali Imron, Danramil serta perangkat pemerintahan lainnya.(Syim)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

BRI Dorong UMKM Mojokerto Jadi Agen BRILink, Buka Peluang Usaha Baru

Ekonomi

KAMAR SUITE MENJADI PRIMADONA TERBARU KETIKA MENGINAP DI SMART HOTEL PERTAMA DI MOJOKRETO

Ekonomi

Jelang Bulan Ramadhan, Polresta Mojokerto Pantau Ketersediaan Migor di Kios Hingga PKL

Ekonomi

Viral!!! Warga Desa Ipu Protes Di Duga Penyaluran BLT Tidak Sesuai Rupiah

Ekonomi

Personil Polsek Kahayan Kuala memberi bantuan berupa Sembako Kepada warga tidak mampu

Ekonomi

THE LOCAL HAWKERS: PERPADUAN RASA, RUANG, DAN KOLABORASI DI ARTOTEL TS SUITES SURABAYA

Ekonomi

AKP Fitria Wijayanti Kasatlantas Polresta Mojokerto Berbagi Takjil Bersama Anak Yatim Piatu.

Ekonomi

Penerima Bantuan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Program KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) TAHUN 2022
?>