Home / Ekonomi

Kamis, 25 Maret 2021 - 01:20 WIB

Panen Raya, Bulog Siap Serap Padi Dari Petani.

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Bulog membuka pintu selebar-lebarnya untuk melakukan penyerapan hasil panen padi dari petani di wilayah Mojokerto. Rencananya, penyerapan padi dari petani akan mulai melakukan penyerapan padi dalam panen raya pada minggu ini dan seterusnya.

Penyerapan padi terealisasi cukup lama lantaran dia baru menerima kontrak dari petani atau mitra.”Kemungkinan realisasi penyerapan padi dari petani dalam minggu ini sudah ada yang masuk di Bulog,” ujarnya Selasa (9/3/2021).

Berdasarkan Harga Pokok Penjualan (HPP) terkait Gabah Kering Giling (GKG) dari Bulog yaitu maksimal Rp.5.300 GKG per kilogram dan beras 8.300. Sesuai GKG standar Bulog yaitu gabah kering harus mengandung kadar air maksimal 14 persen, kotoran/ hampa maksimal 3 persen, butir hijau atau mengapur maksimal 5 persen dan butir kuning atau rusak maksimal 3 persen serta butir merah maksimal 3 persen.

READ  Mensos Gus Ipul Kunjungi Sekolah Rakyat Mojokerto, Pastikan Program Pendidikan untuk Keluarga Tidak Mampu Berjalan Baik

“Kalau sekarang harga GKG dari petani sudah turun mendekati HPP dari Bulog sehingga seharusnya sudah bisa masuk,” jelasnya.

Renato membantah penyerapan padi dalam masa panen raya di Mojokerto-Jombang ini tertunda lantaran ada rencana Pemerintah Pusat melakukan impor beras sebanyak 1.000 ton.
“Saya kurang tahu soal itu (Impor Beras, Red) karena dari pemerintah kalau kami fokus dan memprioritaskan terhadap penyerapan hasil panen di tahun ini sehingga kita bisa menyerap padi sebanyak-banyaknya dari petani,” terangnya.

READ  Jajanan Pasar Tempo Dulu Bikin Kangen, Serasa Sampai Ke Jogja

Proses pengolahan GKG secara manual dijemur dibawah terik matahari membutuhkan waktu sekitar empat hari. Jika menggunakan mesin Hair Dryer pengering padi membutuhkan waktu 1-2 hari. Apalagi, tidak semuanya petani memiliki alat tersebut.

Bulog telah berupaya memenuhi target dengan cara memaksimalkan sosialisasi penyerapan padi di tingkat petani lokal. “Bahwa kita itu sudah membuka pint gudang selebar-lebarnya untuk penyerapan padi,” bebernya.

“Pencapaian realisasi dari target sebanyak 10.900 ton pada tahun 2020 karena masih banyak stok beras di gudang Bulog,” terangnya. Masih kata Ranato, ketersediaan stok Beras Pemerintah (CBP) kurang lebih 18 ribu ton yang tersimpan di gudang Mojokerto.

READ  Tak Bisa Ambil Uang Tabungan, Nasabah Demo Koperasi Sejahtera Bersama 

Stok beras di Bulog wilayah Mojokerto mencukupi saat menjelang Idul Fitri sampai akhir tahun 2021.

“Persedian beras CBP sebanyak 18 ribu ton sangat mencukupi sampai Idul Fitri dan sampai akhir tahun 2021 apalagi ditunjang dengan panen raya secara otomatis akan menambah stok beras di Bulog,” ujarnya .

Harga beras di pasaran kini cenderung stabil untuk harga beras kualitas medium berharga Rp.8.500 sampai Rp.9.000 per kilogram dan beras kualitas premium sekitar Rp.10.000- Rp.11.000 per kilogram.”Harga beras di pasaran cukup fluktuatif bahkan cenderung turun,” tandasnya.(Syim/Bang)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Polresta Mojokerto  Aksi Peduli Mendistribusikan Air Bersih Sebanyak 20 Tangki  bagi Masyarakat

Ekonomi

Kolaborasi IKAPPI dan BPJSKetenagakerjaan mensosialisasikan manfaat BPJSTK di Desa Parengan Jetis Dongkrak Antusias Warga

Ekonomi

Bupati Ikfina Fahmawati Resmikan Kantor Desa Brangkal  Baru ,

Ekonomi

GBI ROCK Mojokerto Rayakan 26 Tahun GEMPITA dengan Berbagi 5.000 Paket Lebaran

Ekonomi

Polres Mojokerto Laksanakan Pengamanan Dan Monitoring Aksi Unras Oleh Aliansi Perjuangan Buruh Mojokerto

Ekonomi

Gus Barra Ajak Jaga Toleransi dan Tolak Radikalisme di Rakernas II Petanesia

Ekonomi

Barracuda Tak Pantang Menyerah ,Pertanyakan Dana Reklamasi Galian C

Ekonomi

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Mojokerto Cek Daging Layak Konsumsi di Pasar Kemlagi
?>