Home / Ekonomi

Selasa, 10 Oktober 2023 - 13:01 WIB

Irjen Kementan Kuatkan Sinergitas Bersama Pemkab Mojokerto Demi Wujudkan Ketahanan Pangan

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM—- Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Jan S Maringka mengajak Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) memperkuat sinergi pengawasan untuk mendukung sektor pertanian. Hal itu disampaikan Jan saat menghadiri Dialog ‘Jaga Pangan’ dengan tema “Sinergi Fungsi Pengawasan Mendukung Sektor Pertanian di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Selasa (10/10/2023).

 

Acara dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. Hadir sebagai narasumber, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Jawa Timur, Eko Priyanggodo, Auditor Madya BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur Yuli Nugroho, dan dihadiri secara virtual, Inspektur Investigasi dan Pengawasan Dana Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Hasrul Edyar. Hadir 200 orang peserta yang berasal dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi), Kejaksaan, Kepolisian, Kelompok Tani dan pemangku kebijakan pertanian Kabupaten Mojokerto dan sekitarnya.

READ  Gebyar Tanam Padi 500 Hektar Sawah Upaya Global Wakaf ACT dan YP3I Tingkatkan Kesejahteraan Petani

 

Pada Dialog Jaga Pangan ini, Irjen Kementan Jan Samuel Maringka mengungkapkan bahwa Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian telah melakukan Refocusing Kebijakan Pengawasan melalui program ‘Jaga Pangan Jaga Masa Depan’, program pengawasan tersebut berfokus pada program strategis, prioritas, dan super prioritas; membangun sinergi Aparat.

 

Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mewujudkan ketahanan pangan; mewujudkan pembangunan pertanian tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran; membangun sistem pelaporan yang terintegrasi agar akses informasi pembangunan pertanian didapat secara cepat, tepat, dan akurat serta membangun kemitraan strategis dengan stakeholder bidang pertanian.

 

Menurutnya dengan program ini dapat menjadi salah satu upaya dalam menghadapi tantangan pertanian antara lain adanya ancaman perubahan iklim (el-nino), ancaman alih fungsi lahan dan kurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian,” ujar Irjen Jan Maringka.

 

READ  Pedagang Kambing di Mojokerto Dibubarkan ,Antisipasi Penyebaran Virus PMK

Percepatan pembangunan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan tersebut menurutnya bisa dilakukan dengan tiga syarat yakni ketersediaan pangan yang cukup, kemudahan akses, dan keamanan.

“Dari dialog ini diharapkan dapat dilakukan percepatan pembangunan ketahanan pangan serta terbangunnya komitmen bersama untuk menjaga ketahanan pangan dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, melalui fungsi pencegahan dan Early Warning System dapat dilakukan dengan baik “Itulah pentingnya koordinasi. Semua perlu berkolaborasi agar program pertanian bisa berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran.

 

Melalui pengawasan penerbitan Perda Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) sebagai upaya bersama dalam memberi perlindungan serta keperpihakan pengelolaan dana desa berbasis pertanian sebesar 20 persen untuk pengembangan pertanian sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 201 Tahun 2022 yang mengatur tentang Pengelolaan dana Desa adalah sebagai bentuk Penguatan sinergitas dan kolaborasi pengawasan dalam rangka mendorong dan mempercepat program strategis, program prioritas dan program super prioritas Kementerian Pertanian.

READ  Dengar Keluh kesah Warga nya, Ning Ita lapor Kemensos

 

“Dapat dibayangkan bila seluruh desa-desa di Indonesia yang jumlahnya ada 70.000 desa membangun embung-embung desa dan lumbung desa. Embung dan lumbung desa akan menjaga Indonesia, itu pesan penting,” katanya.

 

Jan Marinka menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian sangat bergantung pada wilayah pedesaan.

 

“Implementasi program pertanian pada level pedesaan akan berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil pertanian nasional, sehingga Apdesi dan penyuluh perlu berperan aktif sebagai ujung tombak pertanian di desa sehingga perlu dibangun lumbung-lumbung desa”, tegasnya.

 

Pada kesempatan yang sama Jan Maringka juga membagikan sejumlah benih Inpari 48 kepada 10 kelompok tani (Poktan) di tiga kabupaten di wilayah Jawa Timur. Benih Inpari 48 yang merupakan varietas unggul itu disebut-sebut tahan terhadap wareng coklat. Jan juga memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PIHC berupa pupuk NPK kepada Poktan.

Red : Syim

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Gelar Bhakti Sosial Alumni Akabri 89 Di Serang Banten.

Ekonomi

Pasar Hewan Ditutup, Pemkab Inovasi Jual-Beli Sapi Online

Ekonomi

Durian Jenis Merico,Ada di Desa Duyung Trawas Bisa Di Nikmati Rasanya Enak Pahit Legit

Ekonomi

Harga Beras di Jombang Kembali Normal, Masyarakat Bernapas Lega

Ekonomi

Dukung SWASEMBADA Gula 2024 Petrokimia Gresik & PTPN X Kawal Petani Tebu Melalui Progam Makmur

Ekonomi

Mensos Gus Ipul Kunjungi Sekolah Rakyat Mojokerto, Pastikan Program Pendidikan untuk Keluarga Tidak Mampu Berjalan Baik

Ekonomi

Polresta Mojokerto Mengabdi Selama 38 Tahun: Polri yang Presisi dalam Pembagian Air Bersih bagi Masyarakat

Ekonomi

Bupati Ikfina Fahmawati Resmikan Kantor Desa Brangkal  Baru ,
?>