Home / Ekonomi

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:20 WIB

Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Mojokerto Sidak Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Ayam Potong di Pasar

Mojokerto . Indexberita.com Menjelang Bulan Ramadhan, Tim gabungan dari Satgas Pangan Polres Mojokerto bersama Bapanas, Bulog, BPS, serta Diperindag, Bagian Perekonomian dan Dispari Kabupaten Mojokerto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar di wilayah Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/02/2026).

Kapolres Mojokerto melalui Kepala Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto Iptu Dawan Naibaho mengatakan, sidak ini dilakukan untuk mengetahui pergolakan harga (kebutuhan pokok) menjelang Ramadan. Tim gabungan bersama-sama menjaga harga tersebut agar tidak terlalu mencekik masyarakat.

“Ada 2 komoditas bahan pokok penting (Bapokting) yang harganya melonjak drastis sehingga menjadi perhatian tim gabungan saat sidak. Sehingga tim gabungan harus mengecek ke sejumlah pedagang di Pasar Raya Mojosari untuk menjamin keakuratan data,” terangnya.

READ  GALIAN C DESA JATIDUKUH GONDANG DIKELUHKAN WARGA, DPRD MOJOKERTO LAKUKAN SIDAK

Komoditas pertama, cabai rawit merah yang naik drastis hingga menembus harga Rp 120.000/Kg. Harga cabai rawit di Pasar Raya Mojosari jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah, yaitu Rp 40.000-57.000/Kg.

“Musim hujan menjadi faktor utama harga cabai rawit merah naik drastis. Di tingkat petani, banyak cabai yang busuk terkena hujan. Kondisi ini memicu kelangkaan cabai rawit di tengah tingginya permintaan masyarakat menjelang Ramadan. Sehingga para pedagang mengeluhkan naiknya harga cabai rawit karena dari mereka kulakan sudah Rp 95.000/Kg, sehingga mereka menjualnya di harga Rp 120.000/Kg,” jelasnya.

“Ke depannya tetap kami awasi, kami dapat informasi pasokannya dari Krian (Sidoarjo). Semoga pihak distributor bisa kami ajak komunikasi baik-baik agar bisa menjaga harga tetap stabil sampai lebaran nanti,” imbuhnya.

READ  Pedagang Kambing di Mojokerto Dibubarkan ,Antisipasi Penyebaran Virus PMK

Komoditas kedua yang naik signifikan yaitu daging ayam potong, yakni naik menjadi Rp 45.000/Kg dari yang sebelumnya harga Rp 38.000/Kg. Para pedagang tak berkutik karena harga dari distributor juga naik.

“Terkait naiknya harga daging ayam potong, kami akan menggali informasi dari para peternak di Kecamatan Trawas, Mojokerto ihwal peyebab harganya melonjak. Karena para pedagang menyebut naiknya harga ayam potong sejak dari peternak,” ujarnya.

“Kalau seiring berjalannya waktu nanti ada temuan terkait penimbunan, kami lakukan teguran. Kalau ada unsur pidana terkait penimbunan itu tentu pasti kami tindaklanjuti. Sebisa mungkin kami ajak komunikasi agar distributor bisa saling mengerti menjelang lebaran ini bisa menjaga harga tetap stabil,” tegasnya.

READ  Lezat Dan Uniknya Menu Rujak Bakso Dan Mie Ayam Keju Di Saffron Restaurant

Di sisi lain, harga beras SPHP dan Minyakita stabil sesuai HET dan stoknya aman sampai Hari Raya Idul Fitri nanti. Menurutnya, beras SPHP saat ini Rp 60.000/5 Kg, sedangkan Minyakita Rp 15.700/liter atau Rp 31.000/2 liter.

Sedangkan untuk cabai merah, bawang merah dan putih sedikit melonjak. Cabai merah sebelumnya Rp 30-35 ribu/Kg menjadi Rp 40 ribu/Kg, bawang merah sebelumnya Rp 35 ribu/Kg menjadi Rp 40 ribu/Kg, dan bawang putih sebelumnya Rp 30 ribu/Kg menjadi Rp 35 ribu/Kg.

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Polres Mojokerto Laksanakan Pengamanan Dan Monitoring Aksi Unras Oleh Aliansi Perjuangan Buruh Mojokerto

Ekonomi

KH Asep Saifuddin Chalim : Jangan Sampai di Mojokerto ini ada rumah yang Lantainya Tanah

Ekonomi

Di Akhir Masa Jabatan, Danrem 082/CPYJ Masih Peduli Bantu Ponpes

Ekonomi

Serunya Perayaan Hari Raya Imlek Dengan Bertabur Hadiah Dan Akustik Musik  

Ekonomi

Penyerahan Bantuan Program TKM Kemnaker oleh Menteri Ida Fauziyah, Balai Desa Kedungmaling,

Ekonomi

Tak Bisa Ambil Uang Tabungan, Nasabah Demo Koperasi Sejahtera Bersama 

Ekonomi

Puluhan Warga Ngoro, Tutup Jalan Pribadinya dan Pemagaran Menuju Galian C Milik PT Wiratama Mandiri

Ekonomi

Cukup Melalui Whatsapp ,BPJS Mojokerto Luncurkan Pelayanan Pandawa Dan Relaksasi Iuran
?>