Pemkab Mojokerto Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng, Masyarakat Diminta Tidak Panik
MOJOKERTO, INDEXBERITA. COM—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar operasi pasar minyak goreng di Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/1) pagi. Minyak goreng dalam kemasan 1 liter tersebut dijual dengan harga murah Rp 12.500. Setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 liter dengan membawa foto copy KTP.
Operasi pasar itu disambut antusias oleh warga setempat. Sebab selain harganya murah, di sejumlah tempat terjadi kelangkaan Minyak Goreng.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan, saat ini terdapat salah satu masalah yang dihadapi oleh para penjual minyak goreng eceran karena mereka masih kulakan pada saat harga tinggi.
“Jadi kalau yang belinya sedikit-sedikit mungkin tidak ada masalah tapi kalau membelinya dalam partai besar misalkan 50 dus ini menjadi masalah, ini yang kita komunikasikan,” ujarnya kepada wartawan.
Ditambahkan Ikfina, pemerintah nantinyab sudah membuat kebijakan untuk menurunkan lagi harga Minyak Goreng mulai bulan februari.
“Maka ini harus kita komunikasikan untuk mencari solusi penyelesaiannya karena ini nanti kalau tidak solusi kasihan karena barang-barang yang sudah dibeli tidak akan bisa terjual karena pasti akan rugi,” imbuhnya.
Masih kata Ikfina, rencananya Pemkab Mojokerto akan menurunkan satgas pangan untuk mengidentifikasi titik-titik kasus yang sama. Ikfina juga berharap masyarakat Mojokerto agar tidak mengalami kepanikan pembelian (Panic Buying) Minyak Goreng. Sebab stok minyak goreng masih ada.
Untuk minyak goreng ini tidak ada keterbatasan barang, pemerintah ke depannya akan memberikan kebijakan-kebijakan subsidi sehingga harganya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan beli masyarakat.
“Jadi tidak perlu royokan untuk beli, justru tunggu nanti harganya semakin turun jadi semakin beruntung,” katanya.(Syim)