Home / Sejarah

Kamis, 3 Maret 2022 - 11:59 WIB

Tahab 2,Ekskavasi Situs Gemekan Mojokerto Temukan Artefak Berbahan Dasar Perunggu Memiliki Ornamen Mirip Kepala Gajah Dengan Belalai.

Foto.Tahab 2,Ekskavasi Situs Gemekan Mojokerto Temukan Artefak Berbahan Dasar Perunggu Memiliki Ornamen Mirip Kepala Gajah Dengan Belalai.

Foto.Tahab 2,Ekskavasi Situs Gemekan Mojokerto Temukan Artefak Berbahan Dasar Perunggu Memiliki Ornamen Mirip Kepala Gajah Dengan Belalai.

Foto.Tahab 2,Ekskavasi Situs Gemekan Mojokerto Temukan Artefak Berbahan Dasar Perunggu Memiliki Ornamen Mirip Kepala Gajah Dengan Belalai.

MOJOKERTO.INDEXBERITA.COM Arkeolog Ismail Lutfi mengaku, baru mengikuti ekskavasi tahap kedua Situs Gemekan di hari ketiga. “Beruntung hari ini, ada temuan-temuan baru dan menarik sekali. Tadi pagi, kami mendapatkan temuan baru berupa artefak berbahan dasar perunggu,” ungkapnya.Kami(3/3/2022)

Di tahap awal, lanjut Lutfi, ditemukan satu bagian dan setelah dibersihkan merupakan sebuah pegangan. Menurutnya temuan tersebut menarik karena pegangan atau gagang dalam bahasa Jawa tidak polos, namun memiliki ornamen mengarah ke mirip kepala Gajah dengan belalai.

READ  Rembuk Desa Kecamatan Jetis Tahun 2019 Siapkan Inovasi Watu Blorok

“Mirip Ganesha, mungkin Ganesha. Setelah beberapa hari kemudian, teman-teman ekskavasi menemukan lagi artefak berupa lempeng perunggu juga penuh dengan platina atau penuh dengan karat untuk logam perunggu itu. Warnanya hijau sekali, kemudian dibersihkan. Ternyata itu bagian dari artefak yang ditemukan pertama,” katanya.

READ  Pemkot Meriahkan Bulan Bung Karno 1- 2 Juni 2022

Lutfi menjelaskan, jika awalnya ditemukan pegangan kemudian bagian atasnya. Tim arkeolog memprediksi bagian atas tersebut merupakan bagian melingkar berbentuk lempeng dan ada bagian bawahnya. Dalam bahasa Jawa Kuno, tegas Lutfi, yakni begidar pana atau cermin.

“Cermin berbahan perunggu. Ternyata memang dari permukaan begidar pana itu dipoles sedemikian halus dan mengkilap. Memang pada posisi seperti itu, kita bisa melihat wajah kita. Jadi cermin pada masa Jawa Kuno bukan menggunakan bahan mika dan kaca tapi menggunakan bahan logam,” jelasnya.

READ  Arkeolog Ismail Lutfi,Sebut Ada Empat Poin Dari Isi Batu Prasasti Situs Gemekan

Logam tersebut dipoles sehingga tidak ada pori-pori dan memantulkan wajah kita. Menurutnya temuan tersebut dari satu sisi sangat menarik dan menjadi pekerjaan rumah (PR) Tim Arkeolog BPCB Jatim. Menurutnya dalam sejarah penemuan benda-benda dalam sebuah candi, baru kali ini menemukan begidar pana.

“Baru kali ini, kami menemukan benda-benda dalam sebuah candi berupa begidar pana. Ini membutuhkan kajian lagi, apakah ini sebuah anomali atau sebuah hal yang aneh,” tegasnya.(Syim)

Share :

Baca Juga

Sejarah

Syukuran di Punden Wuliyo Jati: Arakan Tumpeng, Rebutan Polowijo, dan Makan Bersama

Sejarah

Arkeolog Ismail Lutfi,Sebut Ada Empat Poin Dari Isi Batu Prasasti Situs Gemekan

Sejarah

Kirab Budaya Waisak Pertama di Indonesia Digelar di Trowulan, 12 Dewa-Dewi Diarak ke Candi Brahu
Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Sejarah

Warga BC Gelar Panggung Hiburan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74

Sejarah

Wilwatikta Acarita: Menyemarakkan Kebesaran Budaya Majapahit di Mojokerto

Sejarah

Kirab Budaya Waisak Pertama di Indonesia Digelar di Trowulan, 12 Dewa-Dewi Diarak ke Candi Brahu

Sejarah

Gubernur Jatim Khofifah di Dampingi Walikota dan Bupati Mojokerto Berangkatkan Ribuaan Peserta Gerak Jalan GMS

Sejarah

Warga Dusun Sidomulyo Gelar Syukuran, Rebutan Polowijo Meriahkan Tradisi
?>