Home / KESEHATAN

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:09 WIB

TP PKK Kabupaten Mojokerto Gelar GEMA PITU di Desa Betro, Fokus Edukasi Pencegahan Stunting

Mojokerto, IndexBerita.com — Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Tim Penggerak PKK kembali menggelar program Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu (GEMA PITU) sebagai bagian dari Gerakan Percepatan Penurunan Stunting (GERCEP). Kali ini, kegiatan dipusatkan di Balai Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, pada Selasa (12/8/2025) pagi.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa, Lc., yang memberikan edukasi kesehatan kepada ibu hamil, ibu balita, lansia, serta para kader posyandu. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh setempat, antara lain Kepala Dinas Kesehatan dr. Ulum R.R., M.H, M.Kes., Kepala DPMD beserta staf, Sekretaris DP2KBP2, Forkopimca Kemlagi, Kepala Desa se-Kecamatan Kemlagi, Ketua HIMPAUDI, perwakilan IGTKI dan IGRA, hingga Baznas Kabupaten Mojokerto.

READ  Dinas Kesehatan Mojokerto Gencarkan Program SUJU, Wakil Bupati Tekankan Pentingnya Cegah Stunting Sejak Dini

Kepala Desa Betro, Sutrikno, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto. Ia juga memaparkan kondisi desa, di antaranya jumlah penduduk sebanyak 4.154 jiwa, dengan 18 ibu hamil, 194 balita, 3 kasus stunting, dan 10 balita bergizi kurang. Desa Betro memiliki empat posyandu dengan 28 kader aktif yang pada tahun ini mulai berproses menjadi posyandu 6 SPM.

READ  Bupati Ikfina Tinjau Langsung Vaksinasi Polio Di SDN Kupang 2

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, Shofiya Hanak Albarraa, Lc., menegaskan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Ia mengingatkan ibu hamil untuk menjaga asupan gizi, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan memberikan makanan bergizi tinggi protein, seperti telur, setelah bayi berusia 6 bulan.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi berulang. Dampaknya bisa menghambat perkembangan otak hingga 20 persen lebih rendah dari standar. Masa emas perkembangan otak hanya sampai usia lima tahun, jadi pemenuhan gizi sejak dalam kandungan sangat penting,” tegasnya.

READ  TP PKK Mojokerto Dorong Aksi Bergizi “SUJU” di SMPN 1 Bangsal

Selain edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi lansia dan pemberian Vitamin A serentak di seluruh Kabupaten Mojokerto, dengan satu desa pilot project di tiap kecamatan.

Acara berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, menjadi bukti komitmen Pemkab Mojokerto bersama masyarakat dalam upaya menekan angka stunting demi mencetak generasi yang sehat dan berkualitas. (Syim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

AKSI BERGIZI JUM’AT CERIA: Langkah Strategis Tekan Anemia dan Stunting di Kalangan Remaja Putri

KESEHATAN

Menjadi Solusi Masyarakat, Satgas Yonif 503/Mayangkara Obati Masyarakat Sakit

ASTON HOTEL

Anak Kelas 5 SD Tenggelam di Sungai Avour Watudakon, Mojokerto

KESEHATAN

Kegiatan Jum’at Ceria di MTsN 1 Mojokerto Pungging: Meriah dan Penuh Makna

KESEHATAN

Aksi Bergizi Minum Susu Bersama, Upaya Mojokerto Percepat Penurunan Stunting di Kalangan Pelajar

KESEHATAN

Selasa Sehat di Desa Kumitir: Bupati Mojokerto Ajak Warga Turunkan Stunting dan Jaga Kesehatan Lansia

KESEHATAN

GERCEP Tekan Stunting, GEMA PITU Sentuh Warga Ngabar Jetis Mojokerto

KESEHATAN

RSMU RAYAKAN TONGGAK BERSEJARAH : 91 TAHUN HADIR UNTUK KELUARGA INDONESIA
?>