Home / Nasional

Kamis, 27 Mei 2021 - 02:29 WIB

Fraksi PAN DPRD Kota Mojokerto Berharap Dana SILPA untuk Program Prioritas Kesejahteraan

MOJOKERTO,INDEXBERITA.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto menggelar rapat paripurna pandangan umum fraksi atas Raperda Perubahan RPJDM Tahun 2018-2023 dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020, Rabu (19/05/2021) siang.

 

Dalam rapat kali ini Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyoroti besaran Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) dan kurang terserapnya anggaran utuk memulihkan sektor ekonomi, sosial, dan kesehatan.

 

Juru bicara fraksi PAN DPRD Kota Mojokerto, Miftah Aris Zuhuri mengatakan, angka kemiskinan di kota Mojokerto Tahun 2020 masih tinggi, sehingga Pemerintah perlu segera memberikan solusi dan langkah konkret untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang turun akibat pandemi.

READ  Tangkal Kejahatan Siber, Kapolda Jatim Terima Audiensi Provider Seluler

 

“Masalah ekonomi, Sosial, dan Kesehatan akibat pandemi perlu kajian mendalam dalam rangka menentukan strategi dan arah kebijakan berkenaan dengan rencana perubahan RPJDM Kota Mojokerto Tahun 2018-2023,” ujaranya.

 

Sementara terkait Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020, Fraksi PAN mengapresiasi atas prestasi yang diberikan BPK atas pencapaian WTP selama tujuh tahun berturut-turut.

READ  Berkunjung ke Kelurahan Cilangkap, Panglima dan Kapolri Apresiasi Peran 4 Pilar Tekan Kasus Corona

 

Kendati demikian, masih ada beberapa catatan yang harus diperhatikan Pemkot Mojokerto.

 

“Pada anggaran belanja di pos belanja bantuan sosial dari anggaran belanja bantuan sosial sebesar Rp 4.682.500.000, terealisasi sebesar Rp 3.620.330.000 atau 77,32 persen. Mohon penjelasannya,” tanya Miftah.

 

Sementara belanja tidak terduga dari anggaran Rp 128.472.935.612, realisasinya hanya sebesar Rp 42.825.997.945 atau hanya 33,33 persen. Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan Fraksi PAN, mengapa tidak terserapnya anggaran secara maksimal dalam penanganan di bidang kesehatan, dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial. Padahal APBD 2022 merupakan Refocusing dan relokasi untuk penanganan Covid-19.

READ  Peresmian Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong oleh Menparekraf RI Masuk Top 50 dari 1.831 Desa Wisata Terbaik se-Indonesia

 

Silpa Tahun 2020 mencapai Rp 269.308.268.577. Silpa ini tentu dikarenkan adanya anggaran yang tidak seratus persen terserap dan ada juga yang dikarenakan program dan kegiatan yang tidak dapat terlaksana.

 

“Kami berhatap Silpa ini dapat digunakan untuk membiayai program kegiatan prioritas yang benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan aparatur dan masyarakat Kota Mojokerto Tahun Anggaran 2021.(Syim/ADV)

 

 

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapolri Minta Strategi Pengendalian Covid-19 di Bali Diperkuat Agar Ekonomi Terus Tumbuh

Nasional

Kapolda Kalteng Letakan Batu Awal Pembangunan Gedung Assesment Center.

Nasional

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Kapolri Tegaskan Usut Tuntas Peristiwa Kanjuruhan!

Nasional

Iklan Cukai Pemkab Mojokerto

Nasional

Gubernur Kalteng Kunjungi Pasien Covid -19 Di RSUD Doris Silvanus

Nasional

Kasat Lantas Polresta Mojokerto AKP Muhamad Puteh Rinaldi, SIK, M.Sc Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-78

Nasional

Polri Tangkap 414 Tersangka Terkait TPPO dan Kejahatan Terhadap Pekerja Migran, 1.314 Diselamatkan

Nasional

Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan PON ke XX dan Papernas XVI 2021 di Papua
?>