Home / KESEHATAN

Rabu, 26 Juni 2024 - 01:03 WIB

Bupati Mojokerto Kampanyekan Program SEHATI dan SEJOLI untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Utama

Foto. Bupati Mojokerto Kampanyekan Program SEHATI dan SEJOLI untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Mojokerto.Indexberita.com Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, memberikan edukasi kepada lansia, ibu hamil, dan para ibu balita dalam kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Selasa (25/6) sore.

Bupati Ikfina menekankan pentingnya gizi yang cukup bagi ibu hamil dan balita untuk mencegah stunting. Beliau menjelaskan bahwa lingkar lengan atas (LILA) ibu hamil tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Bayi harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi seimbang tinggi protein setelah 6 bulan, dan makanan dengan porsi seperti orang dewasa setelah usia 1 tahun.

READ  Launching Undaan Vision Membership: Komitmen Baru untuk Pelayanan Terbaik RS Mata Undaan

Untuk para lansia, Bupati Ikfina menekankan pentingnya kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan pemeriksaan kesehatan rutin seperti tekanan darah (TD), gula darah (GDA), kolesterol, dan asam urat (UA). Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting hingga mencapai nol.

“Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20% dari standar. Batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi,” kata Bupati Ikfina.

READ  Bupati Mojokerto Edukasi Masyarakat dalam Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Warugunung

Bupati juga mengimbau para ibu balita dan lansia agar rutin ke posyandu dan mengikuti senam lansia untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi stres. Penyakit hipertensi dan diabetes melitus yang tinggi di kalangan lansia juga menjadi perhatian utama, sehingga pola makan sehat harus diperhatikan.

READ  Pemkab Mojokerto Gelar Aksi Bergizi dan Minum Susu Bersama di SMPN 1 Ngoro, Cegah Stunting Sejak Dini

Kepala Desa Ngrowo, Siti Maidah, S.H, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Ikfina dan rombongan. Ia melaporkan jumlah penduduk Desa Ngrowo sebanyak 5.971 jiwa, dengan 20 ibu hamil, 7 ibu hamil risiko tinggi, dan 2 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Desa Ngrowo memiliki 319 balita, dengan 0 balita stunting dan 2 balita dengan gizi kurang. Terdapat 803 lansia di desa ini, dengan 502 di antaranya aktif datang ke posyandu.(Syim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Edukasi Ibu Hamil dan Lansia dalam Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Manduro

KESEHATAN

Bupati Ikfina Sosialisasi Sehati dan Sejoli di Balai Desa Leminggir

KESEHATAN

Sasaran Fogging Siaga Pasca Bencana Dilakukan di Berbagai Desa untuk Kurangi Potensi Munculnya DBD**

KESEHATAN

SEHATI dan SEJOLI: Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Ibu Balita

KESEHATAN

Kolaborasi Dies Natalis SMAN 1 Mojosari dan Aksi Bergizi: Upaya Pencegahan Anemia dan Stunting pada Remaja Putri

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Edukasi Warga di Kegiatan SEHATI dan SEJOLI untuk Turunkan Stunting dan Jaga Kesehatan Lansia

KESEHATAN

Kapolsek Dlanggu Sinau Penting tentang Penanganan Anak Yatim dan Stunting

KESEHATAN

Turun Langsung ke Desa, TP PKK Mojokerto Edukasi Cegah Stunting Lewat GEMA PITU
?>