
Foto. Sasaran Fogging Siaga Pasca Bencana Dilakukan di Berbagai Desa untuk Kurangi Potensi Munculnya DBD
Mojokerto.Indexberita.com Berbagai desa di sejumlah wilayah mengalami ancaman peningkatan potensi demam berdarah dengue (DBD) setelah bencana banjir melanda. Pemerintah setempat segera merespons dengan melakukan fogging siaga pasca bencana di beberapa lokasi.
Pada tanggal 15 Desember, di Desa Salen, dilaporkan sebanyak 350 rumah dan tempat tinggal menjadi sasaran fogging, dengan tambahan 88 rumah di Tinggar Buntut. Keesokan harinya, fogging dilakukan di Desa Pakuwon dengan sasaran 340 rumah dan 230 rumah di Bangsal.
Tidak hanya itu, pada tanggal 16 Maret, fogging dilaksanakan di Desa Ngrame, Watukenongo, dengan estimasi jumlah sasaran mencapai kurang lebih 700 rumah. Di Modopuro, pada tanggal 15 Desember, fogging dilakukan di Desa Kedung Gempol dengan sasaran 450 rumah, dan keesokan harinya di Desa Jotangan dengan 300 rumah sebagai sasaran.
Wilayah Gayaman juga tidak luput dari upaya fogging. Pada tanggal 16 Maret, dua dusun menjadi sasaran, yaitu Dusun TB. Rejo dengan 200 rumah, dan Dusun Wunut dengan jumlah sasaran yang sama.
Pada tanggal 8 Maret, di Puri, Desa Balongwaru dan Balongmojo menjadi sasaran fogging dengan 300 rumah yang dilakukan.
Sementara itu, di Sooko, pada tanggal 16 Maret, fogging dilakukan di Dusun Sambersik, Wringinrejo, dengan sasaran sebanyak 450 rumah.
Upaya fogging siaga pasca bencana ini diharapkan dapat mengurangi potensi munculnya DBD di berbagai wilayah yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk turut serta mendukung upaya pemerintah dalam memerangi penyakit yang berpotensi mematikan ini.
Dinas kesehatan Kabupaten Mojekerto Dr. Ulum menjelaskan Upaya fogging siaga pasca bencana ini menjadi langkah penting dalam menangani potensi penyebaran DBD di wilayah-wilayah yang terdampak bencana banjir.
“Kehadiran fogging di berbagai desa menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang serius ini.
Kami juga mengimbau masyarakat untuk aktif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian DBD demi kesehatan bersama.”(Syim)














