Home / KESEHATAN

Minggu, 17 Maret 2024 - 10:31 WIB

Sasaran Fogging Siaga Pasca Bencana Dilakukan di Berbagai Desa untuk Kurangi Potensi Munculnya DBD**

Utama

Foto. Sasaran Fogging Siaga Pasca Bencana Dilakukan di Berbagai Desa untuk Kurangi Potensi Munculnya DBD

Mojokerto.Indexberita.com Berbagai desa di sejumlah wilayah mengalami ancaman peningkatan potensi demam berdarah dengue (DBD) setelah bencana banjir melanda. Pemerintah setempat segera merespons dengan melakukan fogging siaga pasca bencana di beberapa lokasi.

Pada tanggal 15 Desember, di Desa Salen, dilaporkan sebanyak 350 rumah dan tempat tinggal menjadi sasaran fogging, dengan tambahan 88 rumah di Tinggar Buntut. Keesokan harinya, fogging dilakukan di Desa Pakuwon dengan sasaran 340 rumah dan 230 rumah di Bangsal.

READ  RSMU RAYAKAN TONGGAK BERSEJARAH : 91 TAHUN HADIR UNTUK KELUARGA INDONESIA

Tidak hanya itu, pada tanggal 16 Maret, fogging dilaksanakan di Desa Ngrame, Watukenongo, dengan estimasi jumlah sasaran mencapai kurang lebih 700 rumah. Di Modopuro, pada tanggal 15 Desember, fogging dilakukan di Desa Kedung Gempol dengan sasaran 450 rumah, dan keesokan harinya di Desa Jotangan dengan 300 rumah sebagai sasaran.

Wilayah Gayaman juga tidak luput dari upaya fogging. Pada tanggal 16 Maret, dua dusun menjadi sasaran, yaitu Dusun TB. Rejo dengan 200 rumah, dan Dusun Wunut dengan jumlah sasaran yang sama.

READ  TP PKK Mojokerto Gencarkan Edukasi Cegah Stunting Lewat GEMA PITU di Desa Pohkecik

Pada tanggal 8 Maret, di Puri, Desa Balongwaru dan Balongmojo menjadi sasaran fogging dengan 300 rumah yang dilakukan.

Sementara itu, di Sooko, pada tanggal 16 Maret, fogging dilakukan di Dusun Sambersik, Wringinrejo, dengan sasaran sebanyak 450 rumah.

Upaya fogging siaga pasca bencana ini diharapkan dapat mengurangi potensi munculnya DBD di berbagai wilayah yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk turut serta mendukung upaya pemerintah dalam memerangi penyakit yang berpotensi mematikan ini.

READ  BNI Mojokerto , Serahkan Bantuan Ambulans untuk PMI Kabupaten Mojokerto Tingkatkan Pelayanan Kesehatan"

Dinas kesehatan Kabupaten Mojekerto Dr. Ulum menjelaskan Upaya fogging siaga pasca bencana ini menjadi langkah penting dalam menangani potensi penyebaran DBD di wilayah-wilayah yang terdampak bencana banjir.

“Kehadiran fogging di berbagai desa menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang serius ini.
Kami juga mengimbau masyarakat untuk aktif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian DBD demi kesehatan bersama.”(Syim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Pemkot Mojokerto Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Pelatihan Budidaya Lele dari Rumah, Wali Kota Ika Puspitasari: Jangan Diobok-obok, Tiga Bulan Lagi Bisa Panen Lele Sendiri

KESEHATAN

TP PKK Mojokerto Gaungkan Aksi SUJU di SMPN 1 Mojosari, Ajak Siswa Minum Susu dan Cegah Anemia

KESEHATAN

Prestasi Gemilang, Kota Mojokerto Raih Predikat Terbaik dalam Penanganan Stunting se-Jawa Timur

KESEHATAN

GERCEP Tekan Stunting, GEMA PITU Sentuh Warga Ngabar Jetis Mojokerto

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Dorong Upaya Penurunan Stunting dan Peningkatan Kesehatan Lansia di Desa Jasem

KESEHATAN

SEHATI dan SEJOLI: Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Ibu Balita

KESEHATAN

Monitoring dan Evaluasi POSYANDU Dusun Batan Krajan Terkait Inovasi SEHATI dan SEJOLI

KESEHATAN

RSUD Jombang Terapkan K3 untuk Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
?>