Home / Pemerintah

Rabu, 12 Maret 2025 - 10:56 WIB

Ika Puspitasari Pimpin Rembuk Stunting , Menuju Zero Stuntinh Di Kota Mojokerto

MOJOKERTO .Indexberita.com Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Rembuk Stunting di Ruang Pertemuan Sabha Mandala Madya, Rabu (12/3) pagi. Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, bersama jajaran Forkopimda, OPD, serta berbagai elemen masyarakat yang berperan dalam percepatan penurunan angka stunting.

Dalam sambutannya, Ika Puspitasari menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, tetapi juga berkaitan dengan faktor ekonomi, lingkungan, dan pola asuh. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak untuk mencapai target penurunan stunting secara signifikan.

“Rembuk Stunting menjadi tugas penting yang harus kita lakukan bersama. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tetapi tugas kita semua. Saya menyebutnya tugas keroyokan, karena kita harus bekerja sama untuk menurunkan angka stunting di Kota Mojokerto,” ujar Ika Puspitasari.

READ  Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Mojokerto 2025 Dikukuhkan, Gus Barra: "Satu Komando Sampai Akhir"

Berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM), angka stunting di Kota Mojokerto mengalami penurunan dari 7,71% pada tahun 2020 menjadi 1,54% pada akhir 2024. Tahun ini, Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan angka tersebut turun lagi menjadi 1,23% pada 2025.

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa tim percepatan penurunan stunting (TPPS) telah dibentuk di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan. Rembuk Stunting ini menjadi langkah strategis dalam menyusun program kerja untuk tahun 2026 dan akan menjadi bagian dari Musrenbang Kota Mojokerto yang direncanakan berlangsung pada April mendatang.

READ  Pemkab Sidoarjo Gelar Retret untuk Kades se-Kabupaten Sidoarjo

Ika Puspitasari juga menyoroti pentingnya validitas data dalam program penanganan stunting. Kota Mojokerto telah mengembangkan sistem data terpadu melalui aplikasi Gayatri yang memungkinkan pemantauan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat secara lebih akurat.

Selain itu, ia menekankan peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan secara nasional. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sejak usia dini.

READ  Masyarakat Sidoarjo Terima Bansos Pemprov Jatim Senilai Rp 4,9 Miliar

“Program MBG ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Semua pihak harus terlibat, termasuk TNI, Polri, dan berbagai organisasi masyarakat, agar program ini berjalan optimal,” tegasnya.

Dengan adanya Rembuk Stunting ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat terus bersinergi dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Zero Stunting City dan menciptakan generasi masa depan yang sehat dan unggul.(Syim/Adv/kom)

 

 

Share :

Baca Juga

Pemerintah

PASTIKAN PROGRAM PEMBINAAN MERATA ,PEMBINAAN ROHANI WBP NASRANI LAPAS MOJOKERTO DILAKUKAN SECARA VIRTUAL

Pemerintah

Ziarah ke Makam Banser NU, Mas Pj Wali Ajak Masyarakat Mojokerto Teladani Semangat Heroisme dan Toleransi dari Sosok Riyanto

Pemerintah

Kejari Kota Mojokerto Gelar Lelang Serentak, Sembilan Kendaraan Bermotor Ditawarkan

Pemerintah

Lomba Gotong Royong di Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto Digelar Februari 2025

Pemerintah

Dewan Ingatkan ASN Kota Mojokerto Jaga Netralitas Jelang Pilkada 2024

Pemerintah

DPRD Kota Mojokerto Bahas Lima Raperda Strategis dalam Rapat Paripurna

Pemerintah

Buka Musrenbang RKPD 2025, Pj Walj Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Inovasi Berdampak dan Targetkan Pemuda dalam Pembangunan*
Saat fraksi PKB gelar syukuran atas penganugerahan ke tiga tokoh sebagai Pahlawan Nasional

Pemerintah

Fraksi PKB DPRD, Syukuran atas Gelar Pahlawan Nasional bagi Gus Dur, Syaikhona Kholil, dan Marsinah
?>