Home / KESEHATAN

Sabtu, 14 Juni 2025 - 11:01 WIB

Pemkab Mojokerto Gelar SBSA di Puskesmas Kupang: Balita Sehat, Bangsa Kuat

Mojokerto, Indexberita.com — Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui kegiatan Sekolah Bareng Dokter Spesialis Anak (SBSA) yang digelar di Puskesmas Kupang, Kamis (12/6/2025). Acara ini mengangkat tema: “Balita Sehat Modal Utama Bangsa yang Kuat.”

Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Bupati Mojokerto, dr. Amelia Fitri Oktavian, Sp.A, memaparkan berbagai materi penting seputar kesehatan anak dan pencegahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di daerah.

Dalam sambutannya, dr. Amelia menegaskan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama serta dilanjutkan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi seimbang merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas. Ia juga menyoroti pentingnya konsumsi protein hewani dan nabati seperti telur dan susu untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

READ  Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Balita untuk Turunkan Angka Stunting dan Tingkatkan Kesehatan Lansia

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Dampaknya sangat serius, termasuk penurunan kecerdasan hingga 20 persen di bawah standar saat dewasa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sedini mungkin, terutama karena perkembangan otak anak optimal hanya sampai usia lima tahun,” jelas dr. Amelia.

READ  Dinas Kesehatan Mojokerto Gencarkan Program SUJU, Wakil Bupati Tekankan Pentingnya Cegah Stunting Sejak Dini

Sebagai bagian dari kegiatan, sebanyak 20 balita mendapatkan sesi konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak. Diketahui, wilayah kerja Puskesmas Kupang pada tahun 2025 meliputi 9 desa, dengan total 57 posyandu yang melayani sekitar 3.853 balita.

Dari kegiatan ini, diambil dua poin kesimpulan utama:

Pola asuh dan pola makan yang tepat sangat penting untuk menangani masalah gizi kurang dan stunting.

READ  Kolaborasi Dies Natalis SMAN 1 Mojosari dan Aksi Bergizi: Upaya Pencegahan Anemia dan Stunting pada Remaja Putri

Orang tua wajib memiliki pengetahuan cukup tentang pemberian makanan pada anak, baik dari segi waktu, kualitas, maupun kuantitas.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Kepala Puskesmas Kupang, serta jajaran Staf Bidang Kesehatan Masyarakat.

Melalui program SBSA ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap dapat mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan — dimulai dari pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sejak usia dini.(Syim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Sabtu Sehat Bersama Anak TK: Puskesmas SANTIKA Mojokerto Gelar Acara Pendidikan Kesehatan Ramah Anak”

KESEHATAN

BNI Mojokerto , Serahkan Bantuan Ambulans untuk PMI Kabupaten Mojokerto Tingkatkan Pelayanan Kesehatan”

KESEHATAN

TP PKK Mojokerto Gelar GEMA PITU di Desa Menanggal, Edukasi Pencegahan Stunting

KESEHATAN

JUM’AT CERIA di SMPN 2 Gondang: Edukasi Anemia dan Senam Bersama dengan Ibu Bupati Mojokerto

KESEHATAN

Bupati Ikfina Sosialisasi Sehati dan Sejoli di Balai Desa Leminggir

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Edukasi Masyarakat dalam Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Warugunung

KESEHATAN

Turunkan Stunting, Bupati Ikfina Edukasi Para Orangtua Wilayah Jerukseger

KESEHATAN

Dinkes Mojokerto Raih Penghargaan Kesehatan Lingkungan Terbaik se-Jatim
?>