Mojokerto, Indexberita.com — Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui kegiatan Sekolah Bareng Dokter Spesialis Anak (SBSA) yang digelar di Puskesmas Kupang, Kamis (12/6/2025). Acara ini mengangkat tema: “Balita Sehat Modal Utama Bangsa yang Kuat.”
Hadir sebagai narasumber utama, Wakil Bupati Mojokerto, dr. Amelia Fitri Oktavian, Sp.A, memaparkan berbagai materi penting seputar kesehatan anak dan pencegahan stunting yang masih menjadi tantangan serius di daerah.
Dalam sambutannya, dr. Amelia menegaskan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama serta dilanjutkan dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi seimbang merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi sehat dan cerdas. Ia juga menyoroti pentingnya konsumsi protein hewani dan nabati seperti telur dan susu untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Dampaknya sangat serius, termasuk penurunan kecerdasan hingga 20 persen di bawah standar saat dewasa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sedini mungkin, terutama karena perkembangan otak anak optimal hanya sampai usia lima tahun,” jelas dr. Amelia.
Sebagai bagian dari kegiatan, sebanyak 20 balita mendapatkan sesi konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak. Diketahui, wilayah kerja Puskesmas Kupang pada tahun 2025 meliputi 9 desa, dengan total 57 posyandu yang melayani sekitar 3.853 balita.
Dari kegiatan ini, diambil dua poin kesimpulan utama:
Pola asuh dan pola makan yang tepat sangat penting untuk menangani masalah gizi kurang dan stunting.
Orang tua wajib memiliki pengetahuan cukup tentang pemberian makanan pada anak, baik dari segi waktu, kualitas, maupun kuantitas.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Kepala Puskesmas Kupang, serta jajaran Staf Bidang Kesehatan Masyarakat.
Melalui program SBSA ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap dapat mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan — dimulai dari pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sejak usia dini.(Syim)












