Home / KESEHATAN

Sabtu, 14 Juni 2025 - 16:35 WIB

Dinas Kesehatan Mojokerto Gencarkan Program SUJU, Wakil Bupati Tekankan Pentingnya Cegah Stunting Sejak Dini

Mojokerto, Indexberita.com – Upaya percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat. Salah satunya melalui program GERCEP (Gerakan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting) yang dikemas dalam kegiatan SUJU (Minum Susu Bersama di Hari Jumat).

Kegiatan SUJU kali ini digelar di SMP Negeri 3 Kutorejo, Jumat (13/6/2025), pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Amelia Fitri Oktavian, Sp.A, bersama rombongan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dinas Pendidikan, DP2KBP2, Camat Kutorejo, Forkopimca, Kepala KUA Jatirejo, Kepala Puskesmas Kutorejo dan Pesanggrahan beserta staf, Kepala Desa Gedangan, serta perwakilan dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

READ  Edukasi Stunting dan Kesehatan Lansia di Desa Banjarsari

Kedatangan rombongan disambut antusias oleh para siswa dengan persembahan tarian dan yel-yel semangat, dilanjutkan dengan senam sehat Indonesia. Dalam sambutannya, Kepala SMPN 3 Kutorejo, Ibu Khusnul, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati dan melaporkan kondisi sekolah, termasuk hasil skrining kesehatan siswa.

Data yang dilaporkan antara lain:

Jumlah siswa: 383 siswa:

Hasil skrining kesehatan jiwa: 13 siswa (kategori borderline dan abnormal)

Hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG): dari 38 peserta, ditemukan 10 orang dengan kolesterol tinggi, 2 orang dengan asam urat tinggi, 2 orang dengan gula darah tinggi, serta 5 orang mengalami obesitas

READ  Dinkes Mojokerto Raih Penghargaan Kesehatan Lingkungan Terbaik se-Jatim

Rematri (remaja putri): 163 anak, dengan anemia sedang 1 anak dan anemia ringan 9 anak

Wakil Bupati Mojokerto, dr. Amelia Fitri Oktavian, kemudian meninjau langsung lokasi pemeriksaan kesehatan dan menyampaikan edukasi penting terkait stunting. Ia menegaskan bahwa stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang berdampak serius pada tumbuh kembang anak, termasuk pada fungsi kognitif dan kecerdasan di masa depan.

“Stunting bukan hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak anak. Ini akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia ke depan,” tegas dr. Amelia.

READ  Kapolsek Dlanggu Sinau Penting tentang Penanganan Anak Yatim dan Stunting

Ia juga menjelaskan bahwa SUJU merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto yang dilaksanakan secara rutin setiap Jumat di sekolah-sekolah, sebagai bentuk intervensi nyata untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Edukasi tambahan dalam kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Wakil Ketua ISNU Mojokerto, Bapak Miskanto, yang membahas pentingnya kesehatan jiwa remaja dan anak dalam upaya pembinaan generasi muda.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta disambut antusias oleh pihak sekolah maupun para siswa.(Syim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Hadiri Program Jum’at Bangkit untuk Pembinaan Kesehatan Pegawai

ASTON HOTEL

Anak Kelas 5 SD Tenggelam di Sungai Avour Watudakon, Mojokerto

KESEHATAN

Pemkot Mojokerto Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Pelatihan Budidaya Lele dari Rumah, Wali Kota Ika Puspitasari: Jangan Diobok-obok, Tiga Bulan Lagi Bisa Panen Lele Sendiri

KESEHATAN

Pencegahan Anemia dan Kegiatan Senam Ceria Meriahkan Jum’at Sehat di SMPN 1 Dlanggu”

KESEHATAN

Win, Warga Malang, Tempuh Perjalanan Demi Kurma Masjid Al Mubarok untuk Ikhtiar Kehamilan

KESEHATAN

SEHATI dan SEJOLI: Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Ibu Balita

KESEHATAN

Jaga Netralitas Pilkada, RSUD Jombang Gelar Penandatanganan Pakta Integritas

KESEHATAN

Kepala Dinkes Mojokerto Memimpin Gerakan Sehati untuk Stunting, AKB, AKI, dan Lansia Mandiri
?>