Home / Nasional

Jumat, 15 Mei 2020 - 21:12 WIB

Untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Perlu Revolusi Mental Aparatur

Indexberita com Palangka Raya – Revolusi mental aparatur negara dipandang sebagai sebuah keharusan untuk mencapai tujuan pembangunan. Upaya membangun Indonesia menjadi negara besar yang maju diperlukan lebih dari sekedar hal yang bersifat fisik. Aparatur negara dengan jiwa kebangsaan yang kokoh adalah modal utama yang diperlukan saat ini.

“Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa revolusi mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo saat menjadi pembicara dalam kuliah daring Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sespimti Polri Dikreg ke-29, Jumat (15/05).

READ  Polda NTB Terbitkan SP3 Kasus Amaq Sinta

Menurut Tjahjo, hal tersebut menjadi dasar dari dihidupkannya kembali gerakan revolusi mental oleh Presiden Joko Widodo. Gerakan revolusi mental dianggap relevan untuk bangsa Indonesia yang sedang menghadapi tiga masalah pokok bangsa yakni, merosotnya wibawa negara, merebaknya intoleransi, dan melemahnya sendi-sendi perekonomian nasional.

Gerakan revolusi mental dibagi menjadi lima program gerakan nasional. Salah satu program gerakan nasional tersebut, yakni Gerakan Indonesia Melayani (GIM) yang fokus pada penciptaan budaya baru di lingkungan unit kerja dan organisasi aparatur negara.

Tjahjo menjabarkan budaya baru yang ingin dibangun menjadi enam poin utama. Poin pertama adalah kepekaan terhadap orang lain baik pengguna layanan, pemangku kepentingan, bawahan, maupun pegawai lainnya. Kedua munculnya pegawai yang inovatif, kreatif, dan cerdas. Poin Ketiga, adanya keberanian untuk mengambil risiko untuk keputusan strategis yang mendesak. Keempat, memperlakukan pegawai sebagai aset paling berharga bagi organisasi. Poin terakhir adalah keterbukaan komunikasi bagi pegawai dan membangun hubungan yang solid antar pegawai.

READ  Kadiv Humas Polri Beberkan Kinerja Virtual Police

Bagi mantan Menteri Dalam Negeri ini, membangun budaya baru di unit kerja maupun organisasi bukanlah sesuatu yang mustahil. Hal tersebut dapat terlaksana apabila ada kemauan dari aparatur negara untuk melakukan perubahan dan berani keluar dari zona nyaman. “Kita harus mengubah cara kita melayani masyarakat. Kita harus membangun sinergi antar satuan kerja dalam mewujudkan target-target pembangunan,” imbuhnya.

READ  Korem 082/CPYJ Melaksanakan Upacara Bendera 17-an dengan Khidmat

Tjahjo menegaskan ada beragam kunci yang harus dikombinasikan untuk menjamin keberhasilan revolusi mental bagi aparatur negara. Namun yang paling utama dari semua itu adalah konsistensi dan komitmen. Tjahjo meyakini jika upaya perubahan dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen, maka ke depan pemerintahan Indonesia menjadi pemerintahan yang disegani dan dihormati tidak hanya oleh masyarakatnya, tetapi juga oleh dunia internasional.

“Mari kita tingkatkan kerja sama bahu-membahu untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat, serta keunggulan bangsa agar mampu berkiprah tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” tandasnya.

(Rilis/HUMAS MENPANRB)

Manghadiboy

Share :

Baca Juga

Nasional

Biro Protokol Komunikasi Publik Setda Provinsi kalteng, Bagi -Bagi Masker

Nasional

Lauching SP2HP Online, Kapolri: Semoga Tidak Ada Lagi Sumbatan Komunikasi

Nasional

Siapakah Sebagai Panggung Sandiwara Merong , Razia Buka Tutup 

Nasional

Polresta Mojokerto Sosialisasikan Larangan Angkutan Barang Saat Mudik Lebaran

Nasional

Kapolri Siapkan Strategi Pengamanan PON ke XX dan Papernas XVI 2021 di Papua

Nasional

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Audensi dengan Kabaharkam Polri.

Nasional

Bandar Togel Di Bekuk Diksamapta Direktorat Samapta Saat Kabur

Nasional

Walikota Mojokerto Ning Ita, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H,
?>