Kota Mojokerto, IndexBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong keterbukaan informasi publik dengan melibatkan generasi muda. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keterbukaan Informasi Publik yang digelar di Ruang Command Center Balai Kota Mojokerto, Selasa (12/8/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Gus dan Yuk Kota Mojokerto bersama Forum Anak Kota Mojokerto resmi dikukuhkan sebagai Duta KIP 2025. Mereka diharapkan menjadi agen komunikasi strategis yang memanfaatkan media sosial, kreativitas, dan kedekatan dengan kalangan muda untuk menyebarkan informasi publik yang akurat, bermanfaat, dan inspiratif.
Plt. Kepala Diskominfo Kota Mojokerto, Santi Ratnaning Tias, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang terpilih.
“Kalian adalah generasi muda terbaik yang dipilih Pemerintah Kota Mojokerto. Saya yakin kalian mampu membawa nama baik kota ini melalui penyebaran informasi positif, tidak hanya untuk teman sebaya, tetapi juga untuk masyarakat luas bahkan hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Santi menegaskan, media sosial merupakan sarana tanpa batas yang efektif untuk menyampaikan pesan positif. Namun, ia mengingatkan agar informasi disampaikan dengan bahasa dan cara yang santun.
“Kita tidak boleh arogan meskipun benar. Tetap sampaikan dengan baik agar pesan yang kita bawa diterima dengan positif,” tegasnya.
Bimtek ini juga menghadirkan Ketua Komisi Informasi Jawa Timur, Edi Purwanto, sebagai narasumber. Ia memaparkan bahwa hak memperoleh informasi publik dijamin oleh UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.
“Semua warga negara, tanpa memandang latar belakang pendidikan atau literasi, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan informasi yang benar, jujur, dan sesuai fakta. Informasi publik harus mudah diakses dengan cepat, sederhana, dan murah,” jelasnya.
Edi juga menegaskan bahwa para Duta KIP memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak atas informasi publik, sekaligus membantu mencegah penyebaran hoaks.
“Nilai utama yang harus dipegang adalah transparansi, kreativitas, dan kolaborasi. Banyak warga belum menyadari bahwa mereka punya hak atas informasi, dan ini menjadi tantangan kita bersama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Mojokerto berharap Duta KIP yang berasal dari Gus dan Yuk serta Forum Anak mampu menjadi motor penggerak literasi informasi publik. Mereka diharapkan menjadi jembatan penyampaian informasi positif, memperkuat kepercayaan publik, dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk aktif mewujudkan masyarakat yang informatif dan cerdas.(Syim/Adv/kom)