
Foto. Santri Mojokerto Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 3.219 Meter
Mojokerto.Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU kabupaten Mojokerto menggelar kirab bendera merah putih sepanjang 3.219 meter, Sabtu (29/10/2022) pagi. Dengan mengambil start di Pendopo Agung Patung Garuda di Trowulan, sebanyak 5.000 santri dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Maarif NU, bendera dikirab menuju kantor PCNU Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya bendera tersebut akan diserahkan ke Gubernur Jawa Timur selaku yang mewakili negara.
Dikatakan H Masrukhan, Ketua LP Maarif NU Kabupaten Mojokerto, kegiatan ini dilksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang ke 7 yang jatuh pada 22 Oktober 2022. Tujuannya agar para siswa-siswi terutama dibawah lembaga LP Maarif mengerti makna dari HSN ini, yakni santri memahami bahwa kemerdekaan semata-mata tidak lepas dari peran para santri dan ulama.
“Saya yakin dengan kegiatan ini, siswa akhirnya faham bahwa kemerdekaan Republik Indonesia ini ada sumbangsih dari para santri, ulama dan muassis NU. Sebab, indonesia sebelum merdeka sudah di dalam lagu Yalal Wathon yang dicetuskan oleh Kiai Wahab Hasbullah tahun 1937, maka saya yakin peran para santri sanget berperan dalam kemerdekaan RI,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (29/10/2022).
Selain itu, imbuh Masrukhan, kirab ini juga dalam rangka mempertahankan kemerdekaan RI. Pada Resolusi Jihad yang digagas oleh Kiai Hasyim Asyari pada 22 Oktober, santri berhasil mengusir penjajah belanda yang puncaknya pada 10 November. Saat itu santri yang berjuang dalam resolusi Jihad berhasil menyobek bendera belanda hingga bendera merah putih berkibar di Surabaya.
“Mbah Hasyim menyerukan untuk resolusi jihad. Endingnya perkumpulan 10 November di Surabaya yang akhirnya menyobek bendera belanda menjadi merah putih. Makanya kegiatan mengkirab bendera sepanjang ini melalui NU demi kejayaan NKRI,” imbuhnya.
Masih kata Masrukhan, kirab bendera merah putih sepanjang 3.219 meter mengandung arti bahwa tahun kelahiran mojopahit 1923 ditambah kelahiran NU 1926.
“Artinya bahwa santri santri Mojopahit yang berjuang melalui resolusi jihad bisa mempertahankan NKRI. Temanya santri Mojopahit mengabdi melalui NU demi kejayaan NKRI,” tegasnya.(Syim)















