Mojokerto .Indexberita.com Menjelang Hari Raya Idulfitri, ratusan warga Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, mendatangi kantor kepala desa setempat. Mereka mempertanyakan tabungan koperasi yang selama ini menjadi tempat mereka menyimpan uang melalui layanan simpan pinjam.
Sebanyak 152 orang warga menjadi korban dalam kasus ini. Mereka rutin menabung setiap hari Rabu, namun saat ingin menarik uang menjelang Lebaran, dana tersebut tidak dapat diakses.
Furi, salah satu nasabah koperasi yang juga warga Desa Gading, mengungkapkan kekecewaannya.
“Kami sebagai nasabah itu menabung setiap hari Rabu. Pegawainya ada tiga orang, yaitu Pak Isnan, Pak Samuji, dan Bu Lilik. Sekarang mau Lebaran, kami ingin mengambil uang, tapi ternyata tidak bisa. Semua nasabah ada 152 orang, dan kami baru mengetahui masalah ini pada 1 Januari 2025. Total dana yang ada sekitar Rp1,6 miliar,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan oleh Siti Mar’atus Sholikhah (27), warga Dusun Gading, Desa Gading. Ia sudah menjadi nasabah koperasi sejak 2018 dan selalu menyetor tabungan setiap pekan tanpa kendala.
“Saya nabung seminggu sekali karena saya pegang uang orang. Setiap hari Rabu saya setor dan tidak pernah telat. Kalau sewaktu-waktu butuh, uang selalu bisa diambil. Tapi sejak November 2024, saat saya minta tarik dana, sudah tidak bisa. Nama koperasinya PPSP,” ujarnya.
Sementara itu, Arif Sugeng Winarko, kuasa hukum pengurus koperasi, menyebut bahwa pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah warga. Ia juga sudah mengajukan persoalan ini ke Dinas Koperasi Mojokerto, namun hingga kini belum ada tanggapan.
“Kami sudah bertemu dengan kuasa hukum lain dan mengecek dokumen. Ada 11 orang yang telah memberikan tanda tangan kuasa. Kesimpulannya, warga kemungkinan besar akan melapor ke polisi. Berdasarkan informasi dari klien kami, permasalahan ini mengarah ke Pak Isnan, yang diketahui bertugas sebagai admin koperasi,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kejelasan mengenai keberadaan dana nasabah dan tanggapan dari pihak koperasi serta dinas terkait. Warga berharap ada penyelesaian segera, mengingat dana yang mereka simpan sangat dibutuhkan menjelang Lebaran.(Syim)