
Ibu Tri mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-74 tahun 2019
“Kita harus bangga jadi peserta penyelam wanita, satu orang hari ini adalah pelaku sejarah yang akan tercatat di dunia, acara seperti ini mungkin hanya akan terjadi satu kali seumur hidup. Untuk itu, para peserta hari ini harus bangga sebab masih banyak penyelam lain yang ingin berpartisipasi pada acara ini, namun tidak bisa ikut karena waktu pendaftaran sudah habis dan fasilitas tidak mencukupi.
Sekedar informasi, bukan hanya lokal, penyelam luar negeri turut berpartisipasi pada acara ini, diantaranya penyelam dari Malaysia, Australia, Amerika, dan Mesir.
Keberhasilan dalam kegiatan ini kuncinya hanya satu cukup berpegangan tangan antara kiri dan kanan bersama temannya, satu orang saja gagal dalam berpegangan tangan, gagal pekerjaan kita selama ini, gagal semua ratusan orang yang hadir hari ini, dan gagal lah bangsa Indonesia yang akan banggakan Republik Indonesia di kacah internasional,” kata Ibu Tri.
Dia melanjutkan cukup 7 menit di dalam air untuk diambil bukti video oleh para juri Guinness World Record. Katanya ada 4 videografer yang akan merekam rekor berpegangan tangan ini.
