Home / KESEHATAN

Selasa, 8 Juli 2025 - 19:22 WIB

GEMA PITU di Desa Seduri, Wabup Mojokerto Ajak Warga Perangi Stunting Sejak Dini

MOJOKERTO, IndexBerita.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus menggencarkan upaya pencegahan dan penurunan angka stunting melalui program Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu (GEMA PITU). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Selasa (8/7/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Oktavian, bersama istri dr. Amelia Fitri Oktavian Sp.A. Kehadiran mereka disambut meriah oleh anak-anak TK dengan yel-yel semangat, senam penguin dari PAUD, serta pertunjukan tari dari siswa SD.

READ  Bupati Mojokerto Edukasi Lansia, Ibu Hamil, dan Ibu Balita dalam Program SEHATI dan SEJOLI

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain jajaran Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2), Forkopimca Mojosari, Kepala KUA, para kepala puskesmas, IGTK, IGRA, Himpaudi, Saka Bhakti Husada, serta masyarakat Desa Seduri.

Kepala Desa Seduri dalam sambutannya melaporkan kondisi desa saat ini, termasuk jumlah penduduk sebanyak 8.725 jiwa, dengan 10 posyandu aktif, serta 560 balita. Menariknya, angka stunting di Desa Seduri tercatat nol kasus. “Jumlah ibu hamil risiko tinggi ada enam, dan satu ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK),” jelasnya.

READ  Pemkab Mojokerto Gelar Aksi Bergizi dan Minum Susu Bersama di SMPN 1 Ngoro, Cegah Stunting Sejak Dini

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mojokerto menekankan pentingnya pemberian asupan gizi yang cukup bagi anak, terutama protein hewani dan nabati. “Anak usia di atas 1 tahun sudah bisa makan seperti orang dewasa, tentu dengan porsi seimbang. Kunci dari stunting adalah kurang gizi,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Amelia Fitri Oktavian Sp.A yang juga menjadi narasumber, mengingatkan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. “Dampaknya bisa menurunkan kecerdasan anak hingga 20 persen dari standar normal. Masa emas otak anak berada di usia 0 sampai 5 tahun, jadi jangan sampai ibu hamil kekurangan gizi,” tegasnya.

READ  Jangan Anggap Sepele, Dokter Spesialis Urologi RSUD Jombang Beberkan Bahaya Testis Terpelintir pada Pria

Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah titik layanan posyandu oleh Ibu Wakil Bupati. Ia tampak berdialog dan memberi motivasi kepada para ibu hamil, balita, dan lansia yang hadir. Peninjauan ini mencakup enam aspek layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan ketertiban umum.

Acara berjalan tertib dan lancar, serta menjadi salah satu bukti nyata komitmen Pemkab Mojokerto dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di wilayahnya. (Syim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

TP PKK Mojokerto Gaungkan Aksi SUJU di SMPN 1 Mojosari, Ajak Siswa Minum Susu dan Cegah Anemia

KESEHATAN

Hak Kesehatan Terancam, Buruh PT Pakerin Geruduk BPJS Kesehatan Mojokerto

KESEHATAN

Gencarkan Edukasi Gizi, dr. Ulum Rokhmat Dorong Optimalisasi Peran Posyandu

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Edukasi Ibu Hamil dan Lansia dalam Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Manduro

KESEHATAN

Bupati Mojokerto Edukasi Warga di Kegiatan SEHATI dan SEJOLI untuk Turunkan Stunting dan Jaga Kesehatan Lansia

KESEHATAN

GERCEP Tekan Stunting Lewat GEMA PITU di Desa Blimbingsari, Wakil Bupati Mojokerto Gencarkan Edukasi Gizi

KESEHATAN

Soft Opening Poli Mata di RSNU Babat Lamongan Kolaborasi dengan RS Mata Undaan Surabaya

KESEHATAN

Pemilik RS Mata Undaan Periksa dan Bagi Kacamata Gratis di Pare
?>