MOJOKERTO, Indexberita.com – Pemerintah Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah produk makanan dan minuman di supermarket serta toko penjualan bahan pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sidak yang berlangsung pada Rabu (3/12) itu menyasar dua lokasi, yakni Super Indo dan Sanrio.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang turut memimpin kegiatan tersebut menjelaskan bahwa tim menemukan beberapa produk ikan frozen yang tidak memiliki izin edar. Selain itu, sejumlah kemasan produk pangan juga didapati dalam kondisi rusak atau berbau tidak semestinya.
“Ya, tadi kami temukan ikan-ikan frozen yang tidak memiliki izin edar. Ada juga ikan frozen yang saat ini masih kita uji di laboratorium. Semoga hasilnya aman, namun masyarakat tetap harus waspada terutama untuk produk-produk impor,” ujar Ning Ita.
Masyarakat Diminta Lebih Teliti
Wali kota menegaskan pentingnya ketelitian masyarakat saat membeli makanan, khususnya produk kemasan. “Jangan sampai keamanan pangannya belum bisa dipastikan aman. Kalau ada kemasan yang rusak atau tampak amis, kami langsung minta pihak swalayan untuk menariknya dari rak penjualan,” tambahnya.
Fokus Pemeriksaan Laboratorium
Dinas Kesehatan Kota Mojokerto yang mendampingi sidak juga menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium memiliki beberapa kategori sesuai jenis produknya. Setidaknya ada empat kandungan utama yang menjadi fokus pengawasan, yaitu:
Bahan pengawet
Bahan pewarna
Boraks
Perisa atau bahan tambahan pangan lainnya
“Keempat kategori ini harus dipastikan tidak melebihi batas aman yang telah ditetapkan BPOM. Setiap jenis makanan memiliki standar pemeriksaan yang berbeda,” jelas perwakilan Dinas Kesehatan.
Sidak Intensif Menjelang Hari Besar
Menurut Wali Kota, sidak seperti ini merupakan kegiatan rutin Pemkot Mojokerto menjelang perayaan besar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya pembelian produk makanan, terutama paket parcel.
“Jelang Nataru, kebutuhan masyarakat untuk membeli parcel meningkat. Biasanya bahan isi parcel berupa makanan kemasan, sehingga harus benar-benar dipastikan aman. Kami tidak ingin ada kasus yang merugikan masyarakat akibat makanan yang tidak layak konsumsi,” tegasnya.
Pemkot Mojokerto memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga menghadapi puncak musim liburan, demi menjamin seluruh produk pangan yang beredar aman dan sesuai standar. (Syim/ADV)