Home / Nasional

Jumat, 12 Juni 2020 - 11:37 WIB

Saya Bangga Jadi Anak Polisi Dan Sejarah Kepolisian.

Saya Bangga Jadi Anak Polisi Dan Sejarah Kepolisian.

Palangka Raya Indexberita.com – Sejarah penamaan Bhayangkara sendiri berasal dari nama pasukan elit yang pernah dipimpin Mahapatih Gajah Mada pada zaman Kerajaan Majapahit di abad ke-14 Masehi.

Istilah Bhayangkara pada akhirnya melekat dengan hubungan Polri sesuai berlakunya Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946 yang diteken Presiden Sukarno. Sebelumnya, kepolisian dinaungi Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara dan hanya bertanggung jawab atas masalah administrasi, sedangkan untuk masalah operasional berada di bawah wewenang jaksa agung.

Setelah Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946 diterapkan, dikutip dari buku Perkembangan Kepolisian di Indonesia (1952) karya M. Oudang, kepolisian bertanggung jawab langsung kepada perdana menteri sejak 1 Juli 1946. Maka, setiap 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara oleh segenap elemen Polri.

READ  Fakta Integritas Akpol Dan Tamtama, Bersih, Transparan Akuntabel dan Humanis.

Pasukan Elite Pengawal Raja
Sebelum zaman Majapahit, istilah Bhayangkara sebenarnya sudah dikenal pada zaman Kerajaan Singasari, masa depan pemerintahan Raja Kertanegara yang dalam Kitab Negarakertagama disebut bertakhta sejak 1254 hingga 1292 Masehi. Namun, dalam pembahasannya nanti, Bhayangkara membalikkan lekat dengan sosok Gajah Mada.

Gajah Mada mengawali karirnya pada 1313 sebagai prajurit, kemudian ditunjuk sebagai bekel atau komandan Bhayangkara, pasukan elit pengawal raja. Di bawah komando Gajah Mada, Bhayangkara semakin kuat dan kokoh. Ia menanamkan empat prinsip yang disebut Catur Prasetya kepada para pribadi Bhayangkara.

READ  Gelar Rapat Bersama, Srena Polri dan Kompolnas Bahas Arah Kebijakan di 2024

Catur Prasetya, dikutip dari Sejarah Kepolisian di Indonesia (1999) buku terbitan Polri, kemudian diadaptasi sebagai salah satu Landasan Kerja Kepolisian RI yang diresmikan pada tanggal 4 April 1961.

Berikut bunyi dari Catur Prasetya yang dirumuskan Gajah Mada itu antara lain: Satya Haprabu (setia kepada pemimpin negara), Hanyaken Musuh (mengenyahkan musuh-musuh negara), Gineung Pratidina ( bertahan negara), dan Tan Satrisna (sepenuh hati)

Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.

READ  Even Terbuka Golf Dalam Rangka HUT Barito Selatan Ke 61 Tahun 2020

Sejarah Polri

Sebelum Kemerdekaan
Periode 1945 – 1950
Periode 1950 – 1959
Masa Orde Lama
Masa Orde Baru
Daftar Kapolri dari Masa ke Masa
Kunjungi Museum Polri
Setelah kita mengenal sejarah Kepolisian” Saya sebangga Jadi anak Polri ‘ bangga pada kepolisian dari masa kemasa , Jaya Polisiku. Polisi ku Bisa Polisi ku Hebat, Polisi ku kuat, Polisi ku Santun, ‘ Selamat Hari Bhayangkara Ke 74 Tahun 2020 dengan tema: KAMTIBMAS KONDUSIF MASYARAKAT SEMAKIN PRODUKTIF.. 12/6/20

Hadiboy

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapolri: Negara Tidak Boleh Kalah Dengan KKB Papua

Nasional

Kanit Binmas Polsek Kahayan kuala Sosialisasikan tentang Maklumat Kapolri dan Imbauan Kapolsek Kahayan Kual

Nasional

Cegah Corona, Polsek Kahayan Kuala Bagi-Bagi Masker Kepada pengunjung pasar mingguan

Nasional

Polsek Kahayan Kuala Beri imbauan Pencegahan Virus Covid 19

Nasional

Tinjau Vaksinasi Serentak 114 Titik di Jatim, Kapolri Optimis Target 2 Juta Per Hari Tercapai

Nasional

Polda Aceh Ungkap Kasus Narkotika Jaringan Internasional Seberat 353 Kg

Nasional

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., Mengucapkan HUT Bhayangkara Ke 74

Nasional

Presiden dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Merdeka di Ponpes dan Tempat Ibadah Se-Indonesia
?>