Home / Pemerintah

Selasa, 7 April 2026 - 14:27 WIB

Pasca Tewasnya Teknisi Asal China, Pemkab Mojokerto Soroti Pengawasan TKA dan Sistem K3 Perusahaan

Mojokerto.Indexberita.com Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai memperketat pengawasan terhadap keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di sejumlah perusahaan setelah insiden meninggalnya seorang teknisi asal China di PT Sun Paper Source (SPS), Kabupaten Mojokerto, beberapa waktu lalu. Langkah itu mengemuka dalam audiensi antara jajaran Pemkab Mojokerto dengan perwakilan Mojokerto Watch yang digelar pada Selasa (7/4/2026).

Audiensi berlangsung di ruang rapat Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto dengan melibatkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Tenaga Kerja, Badan Kesbangpol, manajemen PT SPS, serta unsur masyarakat sipil.

READ  Pelayanan Kesehatan Tradisional Dukung Mudik Natal dan Tahun Baru

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Mojokerto, Tatang Marhaendrata, menegaskan bahwa pemerintah daerah mengapresiasi peran masyarakat dalam ikut mengawasi jalannya tata kelola ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting agar pengelolaan tenaga kerja, termasuk TKA, dapat berjalan lebih tertib ke depan.
Ia juga menyebut, kasus kecelakaan kerja yang terjadi di PT SPS telah ditangani oleh pihak berwenang, sementara pemerintah daerah akan terus mendorong langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Dari pihak Mojokerto Watch, juru bicara H Priyo bersama HM Rifa’i menyoroti masih lemahnya kepatuhan pelaporan tenaga kerja asing oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Mojokerto.
Mereka menilai setiap perusahaan wajib menyampaikan data penggunaan TKA kepada instansi terkait, karena selain menyangkut pengawasan, juga berkaitan dengan kewajiban administrasi daerah.
Priyo bahkan menegaskan pihaknya akan terus melakukan kontrol sosial apabila fungsi pengawasan terhadap tenaga kerja asing dinilai belum berjalan maksimal.

READ  Bupati Sidoarjo Terbitkan Surat Edaran Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Malam Tahun Baru 2025

Sementara itu, Manajer HR PT SPS, Hendro Djarot, menyebut insiden yang menewaskan teknisi asal China tersebut sebagai musibah yang tidak diinginkan siapa pun.
Pihak perusahaan, kata dia, akan melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan kerja, termasuk penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) dalam dua bahasa agar lebih mudah dipahami seluruh pekerja, termasuk tenaga kerja asing.

READ  PASTIKAN SITUASI KONDUSIF, LAPAS MOJOKERTO LAKUKAN KONTROL KELILING AREA LUAR LAPAS

Selain itu, perusahaan juga berkomitmen memperbaiki mekanisme pelaporan tenaga kerja asing secara rutin setiap bulan.

Kasus meninggalnya teknisi asing di PT SPS sebelumnya menjadi perhatian publik setelah diketahui korban bekerja dengan visa kunjungan dan insiden tersebut ramai diperbincangkan di berbagai media. Situasi ini turut mendapat perhatian khusus dari Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra.(Syim)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Lapas Mojokerto Ikuti Zoom Arahan Dirjen Pemasyarakatan dan Konsolidasi Teknis

Pemerintah

Kalapas Mojokerto Hadiri Pelantikan dan Pisah Sambut Pejabat Eselon IV di Lapas Kelas IIB Klaten

Pemerintah

Retribusi Kios Menunggak Rp961 Juta, Pemkab Mojokerto Tempel Stiker Peringatan

Pemerintah

Pemeriksaan Kesehatan WBP di Poliklinik, Lapas Mojokerto Komitmen Jaga Layanan Kesehatan

Pemerintah

Mojokerto Kota Rayakan Hari Jadi ke-105 dengan Festival Kuliner dan Lomba Tahu Tek

Pemerintah

Pengajian Akbar Bersama Ustadz Wijayanto dan Khofifah Indar Parawansa Memperingati Isro’ Mi’roj dan Menyambut Bulan Ramadhan di Kota Mojokerto

Pemerintah

Jumat Ceria Cegah Stunting, Remaja Putri Mojokerto Tergerak Minum Tablet Tambah Darah

Pemerintah

Bau Menyengat dan Wabah Lalat, Warga Kumitir Mengadu ke DPRD Mojokerto
?>