Home / Pemerintah

Jumat, 25 Juli 2025 - 13:55 WIB

Operasi Gabungan Tanpa Temuan, Mojokerto Fokus pada Pencegahan dan Edukasi

MOJOKERTO KOTA, IndexBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus menggencarkan langkah edukatif dalam memerangi peredaran rokok ilegal. Melalui operasi gabungan lintas instansi yang dilakukan Kamis (25/7/2025), puluhan toko kelontong disambangi tidak hanya untuk pemeriksaan, tetapi juga sebagai sarana penyuluhan langsung kepada pelaku usaha.

Operasi ini melibatkan personel gabungan dari Satpol PP, TNI-Polri, Kejaksaan, Linmas, hingga perwakilan Bea Cukai. Total 15 toko di tiga kecamatan menjadi sasaran kegiatan, yang sekaligus dimanfaatkan untuk menanamkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan cukai.

READ  Banggar DPRD Kota Mojokerto Paparkan Hasil Pembahasan KUA-PPAS APBD 2025

Plt. Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo, menyebut operasi ini lebih dari sekadar pengawasan.

“Ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga memberi pemahaman kepada para pedagang soal risiko hukum dan dampak ekonomi dari rokok ilegal,” ungkapnya.

Menurut Tuwo, pendekatan edukatif penting agar para pelaku usaha bisa menjadi garda depan dalam pencegahan peredaran produk tanpa cukai.

READ  Tindakan Sigap Satlantas Kota Mojokerto Tegur Bus Sugeng Rahayu yang Lawan Arus di Bypass

“Para pedagang harus tahu membedakan produk legal dan ilegal. Kita ingin mereka proaktif menolak jika ada tawaran rokok tanpa pita cukai,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari sosialisasi, petugas juga membagikan dan menempelkan stiker imbauan di toko-toko. Stiker itu berisi nomor pengaduan dan ajakan kepada masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas jual beli rokok ilegal.

Pemeriksa Bea Cukai dari Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Nety Ikwandini, menilai pendekatan langsung seperti ini efektif dalam membangun kesadaran kolektif.

READ  Danramil 0815/01 Pralon Irup Di SMKN 2 Kota Mojokerto

“Kami melihat kesadaran masyarakat Mojokerto cukup tinggi. Ini adalah modal kuat untuk mencegah peredaran rokok ilegal dari akar,” ujar Nety.

Ia menegaskan bahwa pelibatan masyarakat adalah kunci dari pengawasan cukai yang berkelanjutan.

“Kami berharap warga, terutama pelaku usaha, terus menjaga integritas dan mendukung terciptanya lingkungan usaha yang sehat,” pungkasnya.(Syim/ADV)

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Ketua DPRD Mojokerto: Pemindahan Ibu Kota Harus Direncanakan Secara Matang

Pemerintah

DPRD Mojokerto Soroti Iuran 5 Persen Jaspel di RSUD RA Basoeni

Pemerintah

HUT DWP Kota Mojokerto Usung Tema peran Penting Perempuan Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah

Ainur Rosyid Soroti Aksi Anarkis di Jakarta Saat Reses di Ngoro Mojokerto

Pemerintah

Bupati Mojokerto Resmikan Aula Desa Klinterejo

Pemerintah

146 Desa di Kabupaten Mojokerto Terima Bantuan Keuangan Rp.63,5 Miliar

Pemerintah

Sekda Sidoarjo: Pelayanan Prima adalah Kunci Pemerintahan yang Baik

Pemerintah

Pelantikan Lima Orang PKD Kecamatan Lilialy, Demokrasi Harus Di Tegakan
?>