Home / Kriminal

Senin, 2 Maret 2026 - 16:34 WIB

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Ungkap Kasus Debt Collector Ilegal, Tiga Pelaku Dibekuk

MOJOKERTO Indexberita.com Aparat dari Polres Mojokerto berhasil mengungkap kasus dugaan pemerasan dan penggelapan yang dilakukan oleh oknum debt collector terhadap seorang warga di Dusun Mengelo Selatan, Desa Mengelo, Kecamatan Sooko. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 15 September 2025.

Dalam kejadian tersebut, korban yang tengah mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport dihentikan oleh sejumlah pelaku yang mengaku sebagai petugas dari perusahaan pembiayaan. Tanpa dilengkapi dokumen resmi, para pelaku memaksa korban keluar dari kendaraan, mengambil alih mobil, serta melakukan ancaman.
Setelah berhasil menguasai kendaraan, para pelaku membawa kabur mobil milik korban dan menjualnya dengan harga Rp80 juta. Uang hasil penjualan kemudian dibagi rata di antara para pelaku.
Kasus ini terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi empat orang pelaku.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan, S.T.K., S.I.K., M.H., Li., menjelaskan bahwa tiga pelaku berinisial JS, RW, dan MM telah berhasil diamankan pada 26 Januari 2026 di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

READ  Sabu Senilai Puluhan Juta, Berhasil Diamankan SatNarkoba Polres Mojokerto. 

“Ketiga pelaku kami tangkap berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan dan bukti yang cukup, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi. Sementara satu pelaku lainnya saat ini masih dalam pengejaran dan telah kami tetapkan sebagai DPO,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam aksinya para pelaku tidak hanya melakukan penarikan kendaraan secara ilegal, tetapi juga disertai unsur ancaman dan paksaan terhadap korban.

READ  Kasus Persetubuhan di Mojokerto: Pria 34 Tahun Ditangkap, Janjikan Hadiah HP Baru

“Modus yang digunakan adalah mengaku sebagai debt collector, kemudian menghentikan korban di jalan dan memaksa mengambil kendaraan tanpa prosedur hukum. Ini jelas merupakan tindak pidana pemerasan dan penggelapan,” tegas AKP Aldhino.

Para pelaku dijerat Pasal 482 ayat (1) dan Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
Lebih lanjut, Kasat Reskrim juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai debt collector tanpa menunjukkan surat tugas resmi maupun putusan pengadilan.
“Jika ada upaya penarikan kendaraan secara paksa di jalan, segera tolak dan laporkan ke pihak kepolisian melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat. Kami pastikan setiap tindakan pemaksaan dan perampasan akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

READ  Perang Sarung Resahkan Warga, Polres Mojokerto Kota Mengamankan Puluhan Remaja.

Polres Mojokerto menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik premanisme dan penarikan kendaraan ilegal guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Share :

Baca Juga

Kriminal

Polsek Dlanggu Berhasil Ungkap Peredaran Pil Double L 

Kriminal

Tragis, Bocah di Trowulan Jadi Korban Kekerasan oleh Ayah Kandung

Kriminal

Ditresnarkoba Polda Jatim, Bongkar Sindikat Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

Kriminal

Penangkapan Pelaku Pencabulan Anak di Mojokerto: Ayah Tiri dan Kakak Ipar Korban Dibekuk

Kriminal

Polres Mojokerto Tangkap Pelaku Pembuatan dan Pembelian Uang Palsu

Kriminal

Polres Jombang Ciduk Penjual Bahan Peledak Mercon

Kriminal

3 Pelaku Pembacokan Gunakan Samurai ,di Trowulan di Ringkus Polisi.

Kriminal

Penggerebekan Threesome di Hotel Mojokerto, Tiga Orang Diamankan Tanpa Busana
?>